RRI Kembangkan Layanan Multiplatform untuk Menghadapi Disrupsi Media
Suara Pecari | Radio Republik Indonesia (RRI) terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi setelah terjadinya disrupsi media. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan layanan multiplatform untuk menjangkau masyarakat yang semakin banyak menggunakan media digital.
RRI tetap mempertahankan layanan radio terestrial sebagai media penyiaran utama. Di saat yang sama, RRI juga memanfaatkan berbagai platform digital untuk memperluas distribusi informasi kepada masyarakat.
Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik RRI Anwar Mujahid Adhy Trisnanto mengatakan RRI terus beradaptasi dengan perkembangan era digital. Menurutnya, pemanfaatan berbagai platform dilakukan agar RRI tetap dapat menjalankan fungsi sebagai media publik sesuai amanat undang-undang.
RRI memiliki peran untuk menyediakan informasi, hiburan, edukasi, serta menjadi perekat sosial bagi masyarakat. Fungsi tersebut terus dijalankan seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi.
Ketua Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) RA Loretta Kartikasari mengatakan kelompok lansia saat ini semakin akrab dengan teknologi digital. Menurutnya, banyak lansia telah menggunakan telepon pintar, memiliki akses internet, serta aktif menggunakan media sosial.
Loretta menjelaskan DNIKS bersama BPSDM Kemkomdigi dan sejumlah peneliti komunikasi turut menyusun modul literasi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia. Penyesuaian dilakukan pada aspek visual seperti ukuran huruf, warna, dan tampilan materi agar lebih mudah dipahami peserta.
DNIKS terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai organisasi masyarakat dan instansi pemerintah dalam memperluas literasi digital bagi lansia. Ia juga menyebut sejumlah lansia telah dilibatkan sebagai pelatih untuk memberikan edukasi kepada sesama lansia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












