Antusiasme Tinggi, Pengunjung INVIROTECH 2026 Cetak Rekor

Antusiasme Tinggi, Pengunjung INVIROTECH 2026 Cetak Rekor

Suara Pecari | Jakarta – Pameran lingkungan hidup terbesar di Indonesia, INVIROTECH 2026, berhasil mencatatkan rekor jumlah pengunjung tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Juni 2026 di Jakarta, menarik perhatian masyarakat luas, terutama generasi muda. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Rasio Ridho Sani, melaporkan bahwa total pengunjung mencapai 26.661 orang, jauh melampaui tahun sebelumnya.

Partisipasi Generasi Muda Melonjak

Menurut Rasio, tingginya jumlah pengunjung menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan semakin meningkat. “Antusiasme ini terutama terlihat dari kehadiran pelajar, mahasiswa, serta generasi muda yang aktif mengikuti berbagai kegiatan. Jumlah pengunjung yang hadir berjumlah 26.661 orang. Ini jumlah yang sangat dibutuhkan, jauh lebih banyak dari tahun kemarin,” kata Rasio dalam acara Closing Ceremony INVIROTECH 2026 dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa partisipasi Gen Z dan Gen Alpha menjadi modal penting bagi upaya perlindungan lingkungan ke depan. “Mereka tidak hanya datang, tetapi juga aktif mencari informasi dan mempelajari berbagai inovasi lingkungan yang ditampilkan. Ini menunjukkan kepedulian yang tinggi dan optimisme bahwa kualitas lingkungan akan lebih baik,” ujarnya.

Layanan Edukasi dan Coaching Clinic

Selain pameran, INVIROTECH 2026 juga menyediakan layanan edukasi berupa coaching clinic yang diselenggarakan oleh KLH dan Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH). Sebanyak 618 orang mengikuti sesi ini, yang memberikan pendampingan langsung mengenai praktik pengelolaan lingkungan yang baik. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya ingin tahu, tetapi juga ingin terlibat aktif dalam aksi nyata.

Pengelolaan Sampah yang Bertanggung Jawab

Panitia juga berhasil mengelola sampah selama kegiatan dengan baik. Sebanyak 5 ton 147 kilogram sampah berhasil dikelola, mencerminkan komitmen penyelenggara dalam menerapkan prinsip lingkungan yang bertanggung jawab. “Jumlah sampah yang terkelola sebanyak 5 ton 147 kg. Terima kasih teman-teman yang terus terlibat memastikan sampah-sampahnya terkelola dengan baik,” ucap Rasio.

Berikut adalah rincian data pengunjung dan pengelolaan sampah selama INVIROTECH 2026:

IndikatorJumlah
Total Pengunjung26.661 orang
Peserta Coaching Clinic618 orang
Sampah Terkelola5.147 kg

Dukungan Pemerintah untuk Inovasi Lingkungan

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menegaskan bahwa KLH siap mendukung program prioritas Presiden melalui penerapan inovasi dan pengamanan lingkungan. “Teknologi apapun, asalkan bukan justru malah merusak lingkungan. Ini tujuannya untuk mencari teknologi-teknologi yang sustainable yang bisa mendukung pembangunan,” kata Diaz.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap berbagai inovasi, selama memenuhi baku mutu dan standar yang berlaku. Inovasi diperlukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan.

Kronologi Pelaksanaan INVIROTECH 2026

  • 11 Juni 2026: Pembukaan INVIROTECH 2026, dihadiri oleh pejabat KLH dan para pemangku kepentingan.
  • 12 Juni 2026: Puncak kunjungan, dengan antusiasme tinggi dari pelajar dan mahasiswa.
  • 13 Juni 2026: Penutupan dan pengumuman rekor pengunjung, serta apresiasi kepada peserta.

Dampak dan Implikasi

Rekor pengunjung INVIROTECH 2026 memiliki dampak positif bagi berbagai pihak. Bagi masyarakat, acara ini meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang isu lingkungan. Bagi industri, pameran menjadi ajang promosi teknologi ramah lingkungan. Bagi pemerintah, tingginya partisipasi menunjukkan keberhasilan program edukasi dan kampanye lingkungan. Implikasi jangka panjangnya adalah terbentuknya generasi yang lebih peduli dan siap berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.

Penutup

INVIROTECH 2026 bukan sekadar pameran, melainkan cermin dari perubahan paradigma masyarakat Indonesia terhadap lingkungan. Dengan rekor 26.661 pengunjung dan 5 ton sampah yang terkelola, acara ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan generasi muda mampu menciptakan dampak nyata. Semoga semangat ini terus berlanjut, tidak hanya dalam acara tahunan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan