KAI Luncurkan Platform Digital Space by KAI, Target Pendapatan Non-Angkutan Rp320 Miliar
Suara Pecari | PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus berinovasi dengan meluncurkan platform digital terbaru bernama Space by KAI, yang diintegrasikan dengan Access by KAI. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset properti yang dimiliki. Dalam keterangan resminya, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengungkapkan bahwa perusahaan menargetkan pendapatan non-angkutan sebesar Rp320 miliar pada tahun ini. Target ambisius ini sejalan dengan upaya KAI untuk memperkuat struktur keuangan melalui diversifikasi bisnis di luar sektor transportasi.
KAI Targetkan Pendapatan Non-Angkutan Rp320 Miliar LPP RRI menjadi fokus utama dalam pengembangan ekosistem bisnis perusahaan. Dengan melayani lebih dari 500 juta penumpang setiap tahunnya, KAI memiliki captive market yang sangat potensial untuk dimanfaatkan. Anne Purba menjelaskan bahwa integrasi platform Space by KAI dengan Access by KAI akan memudahkan para pelaku usaha dalam mengakses informasi detail mengenai lahan strategis komersial milik KAI. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses optimalisasi aset dan meningkatkan pendapatan non-angkutan.
Executive Vice President of Sales KAI Zuhril Alim menambahkan bahwa platform tersebut menyediakan katalog elektronik yang berisi daftar properti pilihan yang telah melalui penyaringan ketat dari segi legalitas. Dengan demikian, calon mitra bisnis tidak perlu khawatir akan adanya kendala hukum. “Jadi prinsipnya adalah hari ini kita sedang me-launching satu platform baru untuk memudahkan interaksi antara KAI selaku pemilik aset dan pemilik captive market yang mencapai 500 juta per tahunnya, dan itu dengan para mitra-mitra kami maupun calon mitra yang akan bekerja sama dengan KAI,” ujar Zuhril Alim.
KAI Targetkan Pendapatan Non-Angkutan Rp320 Miliar LPP RRI juga menjadi landasan bagi perusahaan untuk terus bertumbuh. Zuhril menargetkan pertumbuhan pendapatan non-angkutan sebesar lima persen setiap tahunnya. “Kalau ditargetnya kami saat ini memang kurang lebih di Rp320 miliar untuk tahun ini saja. Dan harapannya memang tiap tahun ada pertumbuhan lima persen,” katanya. Dengan adanya platform Space by KAI, proses transaksi bisnis diharapkan menjadi lebih efisien dan transparan.
Platform ini menyediakan data lengkap mengenai ketersediaan lokasi di berbagai daerah operasi KAI. Para pengusaha dapat melihat lokasi-lokasi yang memiliki potensi komersial tinggi, sehingga memudahkan mereka dalam mengambil keputusan investasi. Zuhril menekankan bahwa kurasi lahan dilakukan secara ketat untuk memastikan hanya aset dengan nilai ekonomi tinggi yang ditawarkan. “Dengan Space ini, teman-teman akan bisa melihat lokasi-lokasi mana yang punya potensial, punya nilai komersial tinggi. Ada kurator, ada sisi kurasi dari kami, mana lahan-lahan kami yang memang memiliki nilai potensi atau komersial tinggi, sehingga ini memudahkan pada para mitra atau calon mitra untuk melihat,” ucapnya.
KAI Targetkan Pendapatan Non-Angkutan Rp320 Miliar LPP RRI merupakan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kemandirian finansial melalui ekosistem bisnis modern. Dengan memanfaatkan jutaan penumpang yang setiap hari menggunakan jasa kereta api, KAI optimistis dapat mencapai target tersebut. Langkah ini juga sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi penyedia solusi mobilitas terintegrasi yang tidak hanya mengandalkan pendapatan dari tiket, tetapi juga dari pengembangan properti dan bisnis lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anne Purba menegaskan bahwa perusahaan akan terus berinovasi dan mengembangkan platform digital untuk mendukung target pendapatan non-angkutan. Ke depannya, KAI berencana untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak guna memaksimalkan potensi aset yang dimiliki. Dengan demikian, KAI Targetkan Pendapatan Non-Angkutan Rp320 Miliar LPP RRI bukan sekadar target, melainkan sebuah langkah strategis menuju transformasi bisnis yang lebih berkelanjutan.
Kesimpulannya, peluncuran platform Space by KAI merupakan terobosan penting dalam upaya KAI mendiversifikasi sumber pendapatan. Dengan target pendapatan non-angkutan sebesar Rp320 miliar, perusahaan optimistis dapat mencapai pertumbuhan yang signifikan melalui optimalisasi aset properti dan pemanfaatan captive market yang besar. Integrasi teknologi digital menjadi kunci untuk mempercepat proses bisnis dan menarik minat investor. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan dan mitra bisnis, serta berkontribusi pada perekonomian nasional.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










