Penjaga Kantor Penghulu Kampung Dosan Tertusuk Kepala Saat Menghalau Pencuri, Pelaku Masih Dicari

Avatar
Penjaga Kantor Penghulu Kampung Dosan Tertusuk Kepala Saat Menghalau Pencuri, Pelaku Masih Dicari

Suara Pecari – 24 April 2026 | Seorang penjaga kantor Penghulu di Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, Siak, mengalami luka serius setelah membentengi pintu kantor dari pencurian pada Kamis, 23 April 2026.

Korban, M. Jais, pria berusia 56 tahun, terjangkit cedera kepala akibat bacokan yang mengoyak kulit kepalanya.

Insiden terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, saat Jais menemukan seorang pencuri berusaha memaksa pintu masuk kantor desa.

Menurut saksi, Jais langsung mengkonfrontasi pelaku sehingga terjadinya duel singkat sebelum pelaku melancarkan serangan dengan pisau.

Serangan itu meninggalkan luka robek pada kepala Jais, mengakibatkan pendarahan hebat yang memaksa korban terjatuh.

Setelah kejadian, keluarga Jais mencatat bahwa korban tidak kembali ke rumah hingga pukul 06.00 WIB.

Mereka sempat menghubungi nomor seluler Jais, namun hanya terdengar suara lirih memohon pertolongan.

Anak Jais segera menjemput ayahnya dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Rafian Siak untuk perawatan intensif.

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Raja Kosmos, mengonfirmasi bahwa korban masih berada di ruang perawatan kritis.

Polisi telah mencatat ciri‑ciri pelaku berdasarkan keterangan korban yang sempat sadar sebelum kehilangan kesadaran.

Ciri‑ciri tersebut meliputi tinggi badan, pakaian gelap, serta penggunaan alat tajam berwarna perak.

Tim penyidik saat ini tengah melakukan penelusuran intensif untuk menangkap pelaku yang masih menghilang.

Pihak kepolisian menegaskan tidak ada barang yang hilang karena tindakan Jais berhasil menggagalkan upaya pencurian.

Staf kantor Penghulu melaporkan bahwa semua dokumen penting, peralatan, dan uang desa tetap aman.

Meskipun barang tidak tercuri, dampak fisik pada penjaga menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat setempat.

Kasat Intel Polres Siak, yang dulu menjabat sebagai Kasatintel, menambahkan pentingnya peran warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Ia menyerukan pengaktifan kembali poskamling atau siskamling sebagai upaya preventif terhadap aksi kejahatan serupa.

Menurutnya, kehadiran siskamling dapat mempercepat respon saat terjadi ancaman di wilayah pedesaan.

Pihak berwenang juga meminta warga melaporkan aktivitas mencurigakan melalui jalur resmi untuk mempercepat penangkapan.

Kasus ini menambah daftar kejadian kriminal yang menimpa wilayah Siak dalam beberapa bulan terakhir.

Data kepolisian menunjukkan peningkatan laporan pencurian di kantor-kantor desa sejak awal tahun 2026.

Beberapa insiden serupa melibatkan penggunaan senjata tajam, mengindikasikan pola modus operandi yang sama.

Para ahli keamanan menilai bahwa kurangnya penerangan dan patroli malam menjadi faktor rawan bagi pelaku.

Masyarakat Kampung Dosan kini menuntut penambahan lampu jalan serta peningkatan kehadiran aparat keamanan.

Pemerintah Kabupaten Siak belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penambahan infrastruktur keamanan.

Namun, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak berjanji akan mengkaji kebutuhan fasilitas penerangan publik.

Sementara itu, keluarga Jais mengharapkan kepastian hukum bagi pelaku serta pemulihan kesehatan sang ayah.

Mereka berharap Jais dapat kembali pulih dan melanjutkan tugasnya setelah masa pemulihan selesai.

Polisi mengingatkan bahwa tindakan melanggar hukum dapat berujung pada konsekuensi berat, termasuk hukuman penjara.

Kasus ini menjadi peringatan bagi pelaku kejahatan lain bahwa masyarakat dan aparat tidak akan tinggal diam.

Jika pelaku berhasil ditangkap, proses hukum akan dijalankan sesuai dengan peraturan perundang‑undangan yang berlaku.

Kepolisian tetap membuka jalur informasi bagi siapa saja yang memiliki petunjuk mengenai keberadaan pelaku.

Warga yang ingin membantu dapat menghubungi Polres Siak melalui nomor layanan darurat atau kantor polisi terdekat.

Dengan kerja sama antara aparat, siskamling, dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Tinggalkan Balasan