Shell V-Power Diesel Kembali Tersedia, Harga Naik Tajam Pengaruhi Biaya Isi Full Tank SUV Diesel

Shell V-Power Diesel Kembali Tersedia, Harga Naik Tajam Pengaruhi Biaya Isi Full Tank SUV Diesel

Suara Pecari | Shell Indonesia mengumumkan kembali operasional beberapa SPBU setelah mengalami kelangkaan, dengan produk Shell V-Power Diesel dijual seharga 30.890 rupiah per liter.

Harga tersebut menandai lonjakan signifikan dari 14.620 rupiah per liter pada Maret 2026, meningkat sekitar 16.270 rupiah per liter.

Kenaikan ini berdampak langsung pada pemilik SUV diesel berkapasitas besar, seperti Toyota Fortuner yang memiliki tangki 80 liter.

Mengisi penuh tangki Fortuner kini memerlukan biaya sekitar 2.471.200 rupiah, dibandingkan 1.169.600 rupiah sebelumnya, menambah beban 1.301.600 rupiah per pengisian.

Demikian pula, Mitsubishi Pajero Sport dengan tangki 68 liter memerlukan sekitar 2.100.520 rupiah untuk pengisian penuh, naik dari 994.160 rupiah, menambah beban 1.106.360 rupiah.

Saingan BP Indonesia menurunkan harga BP Ultimate Diesel menjadi 29.890 rupiah per liter pada 8 Mei, menjadikan biaya penuh Fortuner sekitar 2.391.200 rupiah dan Pajero Sport sekitar 2.032.520 rupiah.

Selisih harga antara kedua diesel premium kini menjadi pertimbangan penting bagi pengendara yang melakukan perjalanan jarak jauh.

Kembalinya layanan SPBU Shell pertama kali terlihat di Pancoran, Jakarta Selatan, pada malam 9 Mei 2026, di mana papan harga menampilkan tarif baru.

Stasiun lain di Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung juga mulai melayani Shell V-Power Diesel, sementara produk bensin seperti Shell Super dan Shell V-Power masih belum tersedia.

Kekosongan stok yang memaksa penutupan sementara sebagian jaringan Shell disebabkan oleh kendala pasokan, mendorong Shell Indonesia menandatangani kesepakatan pembelian 100.000 barel bahan bakar dengan Pertamina Patra Niaga.

Kesepakatan tersebut diharapkan mengembalikan stok di seluruh SPBU swasta pada akhir November, kata manajemen Shell.

Analis industri mengaitkan kenaikan harga BBM secara umum dengan eskalasi konflik antara koalisi Amerika Serikat‑Israel dan Iran, yang mendorong harga minyak dunia naik.

Pertamina pun mengumumkan penyesuaian harga pada 4 Mei, menaikkan harga solar dan Pertamax Turbo di wilayah Jabodetabek, sementara Pertamax dan Pertamax Green tetap.

Harga solar Pertamina naik menjadi 27.900 rupiah per liter untuk CN‑53 dan 26.000 rupiah per liter untuk CN‑51, sejalan dengan tren kenaikan di SPBU Shell.

Gabungan faktor harga minyak internasional yang lebih tinggi dan kekurangan pasokan regional menambah beban operasional bagi perusahaan logistik dan pemilik kendaraan pribadi.

Presiden Direktur baru Shell Indonesia, Andri Pratiwa, yang mulai menjabat 1 Mei 2026, menekankan komitmen perusahaan untuk menstabilkan ketersediaan bahan bakar serta mengembangkan layanan tambahan seperti Shell Select, deli‑to‑go, bengkel, dan stasiun pengisian kendaraan listrik.

Dengan kondisi pasar yang masih berfluktuasi, konsumen diprediksi akan menilai pilihan antara harga, ketersediaan, dan loyalitas merek ketika membeli diesel, sementara regulator memantau dampak terhadap biaya transportasi dan inflasi.

Tinggalkan Balasan