Pembangunan Rumah Bersalin oleh Pemerintah Jepang di Situbondo
Suara Pecari | Pemerintah Jepang melalui Konsul Jenderal Surabaya, Takonai Susumu, mengumumkan pembangunan Rumah Bersalin di Desa Curahtatal, Situbondo. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan layanan kesehatan, terutama bagi ibu hamil, di daerah yang sebelumnya kekurangan fasilitas medis.
Peresmian Puskesmas Pembantu (Pustu) ini berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026. Rumah Bersalin seluas 135,25 meter persegi ini dilengkapi dengan 14 perangkat medis canggih, seperti inkubator bayi digital dan phototerapi, untuk memberikan perawatan yang optimal bagi ibu dan anak.
“Kami peduli kepada masyarakat Situbondo, khususnya di Desa Curahtatal yang belum memiliki layanan kesehatan untuk ibu hamil,” ungkap Takonai Susumu. Ia juga menekankan pentingnya pemeliharaan dan pemanfaatan gedung ini secara optimal untuk kesehatan masyarakat.
Sejak 2020, Pemerintah Jepang telah memberikan empat hibah kepada Pemkab Situbondo, termasuk pembangunan dua Pustu dan pengadaan alat kesehatan. Takonai menyatakan bahwa untuk hibah selanjutnya, pihaknya menunggu proposal dari pemerintah setempat.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Jepang dan LSM Pusat Studi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSPSDM) Mataram atas dukungannya. Menurutnya, pembangunan Pustu Rumah Bersalin sangat penting untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu dan anak.
“Hibah dari Pemerintah Jepang ini merupakan wujud perhatian terhadap isu keamanan manusia,” kata Bupati Rio. Ia berharap proyek ini dapat mempererat hubungan antara Indonesia dan Jepang, serta meningkatkan kolaborasi dengan Pemkab Situbondo.
Bantuan ini berasal dari pajak yang dibayarkan oleh warga Jepang, menunjukkan komitmen mereka untuk membantu masyarakat Indonesia. Proyek ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama di bidang kesehatan dan pendidikan antara kedua negara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









