Kepuasan Jemaah Tinggi, Layanan Haji Inklusif Diapresiasi LPP RRI: Bukti Keberhasilan Program Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan
Suara Pecari | Kepuasan Jemaah Tinggi Layanan Haji Inklusif Diapresiasi LPP RRI menjadi sorotan utama pada musim haji 1447 Hijriah/2026. Kementerian Haji dan Umrah RI mencatat tingkat kepuasan jemaah yang sangat tinggi, khususnya dari kalangan lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah perempuan yang merasakan langsung peningkatan kualitas layanan. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, dalam keterangannya di Jeddah.
Puji Raharjo menegaskan bahwa program haji inklusif yang digalakkan pemerintah berjalan efektif. Program haji ramah lansia mendapat tanggapan positif dari para jemaah. “Terkait dengan ramah lansia, sudah banyak testimoni baik dari jemaah,” ujar Puji. Ia menambahkan bahwa pelayanan yang lebih perhatian dan humanis dinilai mampu meningkatkan kenyamanan selama menjalankan ibadah. Kepuasan Jemaah Tinggi Layanan Haji Inklusif Diapresiasi LPP RRI menjadi indikator penting keberhasilan layanan tahun ini.
Peningkatan pelayanan juga dirasakan oleh jemaah penyandang disabilitas. Pemerintah melibatkan Komisi Nasional Disabilitas sejak tahap persiapan hingga kepulangan. Kerja sama tersebut menghasilkan berbagai perbaikan layanan yang lebih inklusif dan mudah diakses. “Alhamdulillah, tahun ini layanan disabilitas cukup mendapat apresiasi,” kata Puji. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan yang setara bagi seluruh jemaah.
Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah RI juga memperkuat layanan haji ramah perempuan melalui penambahan petugas perempuan dalam jumlah signifikan. Kebijakan ini memudahkan pendampingan dan konsultasi ibadah bagi jemaah perempuan. Jumlah pembimbing ibadah perempuan tercatat menjadi yang tertinggi sepanjang penyelenggaraan haji Indonesia. “Musim haji tahun ini adalah rekor terbanyak keterlibatan petugas perempuan,” ujar Puji. Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa Kepuasan Jemaah Tinggi Layanan Haji Inklusif Diapresiasi LPP RRI tidak hanya sekadar slogan, melainkan hasil kerja keras seluruh pihak.
Salah satu jemaah yang merasakan langsung peningkatan layanan adalah Fitriany Maksum Syafii dari Kloter 6 Lombok. “Alhamdulillah pelayanan di Arafah sangat luar biasa dan petugas ramah,” katanya. Testimoni serupa juga datang dari banyak jemaah lainnya, menunjukkan bahwa program haji inklusif benar-benar memberikan dampak positif.
Meski demikian, evaluasi tetap dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim mendatang. Salah satu perhatian utama adalah ketersediaan fasilitas toilet perempuan di Mina. Kementerian berkomitmen memperbaiki fasilitas tersebut bersama pihak terkait di Arab Saudi. “Ke depan kami berusaha meningkatkan layanan di Mina menjadi lebih baik,” ucap Puji.
Secara keseluruhan, Kepuasan Jemaah Tinggi Layanan Haji Inklusif Diapresiasi LPP RRI menjadi bukti nyata bahwa transformasi layanan haji Indonesia terus berjalan. Dengan fokus pada kebutuhan khusus jemaah lansia, disabilitas, dan perempuan, pemerintah berhasil menciptakan pengalaman ibadah yang lebih bermakna dan nyaman. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi fondasi untuk penyelenggaraan haji yang lebih baik di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











