KAI Layani 7,88 Juta Pelanggan Kereta PSO hingga Mei 2026, Tumbuh 7,9 Persen

KAI Layani 7,88 Juta Pelanggan Kereta PSO hingga Mei 2026, Tumbuh 7,9 Persen

Suara Pecari | Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat pencapaian signifikan dalam layanan kereta api Public Service Obligation (PSO) hingga Mei 2026. Sebanyak 7.882.165 pelanggan telah dilayani, menunjukkan pertumbuhan 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 7.303.687 pelanggan. Program yang didukung penuh oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) ini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat berpenghasilan rendah.

Pertumbuhan Layanan Kereta Jarak Jauh dan Lokal

Secara rinci, layanan Kereta Api Jarak Jauh PSO berhasil mengangkut 4.951.267 pelanggan hingga Mei 2026, tumbuh 5,1 persen dari 4.709.193 pelanggan pada tahun sebelumnya. Sementara itu, Kereta Api Lokal PSO mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yaitu 13,0 persen, dengan total 2.930.898 pelanggan dibandingkan 2.594.494 pelanggan tahun lalu. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa subsidi pemerintah tepat sasaran, terutama untuk perjalanan jarak pendek yang menjadi kebutuhan harian masyarakat.

Kategori LayananPelanggan 2025Pelanggan 2026Pertumbuhan
KA Jarak Jauh PSO4.709.1934.951.2675,1%
KA Lokal PSO2.594.4942.930.89813,0%
Total7.303.6877.882.1657,9%

Peran Vital Kereta PSO dalam Mobilitas Masyarakat

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan bahwa kereta PSO bukan sekadar angkutan murah, melainkan penghubung kesempatan. “Bagi banyak pelanggan, KA PSO adalah penghubung menuju kesempatan. Ada pelajar yang berangkat ke sekolah, pekerja yang menuju tempat kerja, pedagang yang menjaga aktivitas ekonomi, serta keluarga yang tetap terhubung antarkota,” ujar Anne dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

Kereta jarak jauh PSO menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra dengan tarif yang terukur. KAI mengoperasikan 13 rangkaian kereta untuk rute jarak jauh, antara lain:

  • KA Kahuripan (Blitar – Kiaracondong)
  • KA Bengawan (Purwosari – Pasar Senen)
  • KA Cikuray (Garut – Pasar Senen)
  • KA Probowangi (Surabaya Gubeng – Ketapang)
  • KA Tawang Alun (Malang – Ketapang)

Sementara itu, layanan KA Lokal PSO memperkuat akses regional, menghubungkan permukiman dengan pusat ekonomi dan fasilitas publik. Beberapa rute lokal yang populer antara lain KA Lokal Merak, KA Lokal Bandung Raya, dan KA Lokal Surabaya.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Industri

Peningkatan jumlah penumpang kereta PSO menunjukkan bahwa subsidi pemerintah berhasil menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Dengan tarif yang lebih murah, masyarakat dapat mengakses pendidikan, pekerjaan, dan layanan kesehatan di kota-kota besar. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.

Dari sisi industri, pertumbuhan ini mendorong KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan, termasuk kebersihan, ketepatan waktu, dan keselamatan. “KAI berkomitmen terus menjaga kualitas layanan melalui keselamatan perjalanan serta kebersihan sarana operasional kereta,” tambah Anne. Masyarakat dapat memesan tiket dengan mudah melalui aplikasi Access by KAI.

Apresiasi dan Harapan ke Depan

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menyampaikan apresiasi atas dukungan DJKA Kemenhub. “KAI berterima kasih atas dukungan Pemerintah melalui DJKA Kemenhub dalam penyelenggaraan KA PSO. Dengan kolaborasi ini, kereta api dapat terus hadir sebagai transportasi publik yang selamat, nyaman, terjangkau, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, KAI berencana menambah jumlah rangkaian kereta PSO dan memperluas rute, terutama di Sumatra yang potensinya masih besar. Dengan terus meningkatnya minat masyarakat, program PSO diharapkan dapat menjadi model transportasi publik berkelanjutan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.

Di tengah kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup, kehadiran kereta PSO menjadi oase bagi masyarakat. Setiap gerbong yang melaju bukan hanya membawa penumpang, tetapi juga harapan akan masa depan yang lebih terhubung. KAI dan pemerintah telah menunjukkan bahwa transportasi publik bukan sekadar infrastruktur, melainkan jembatan menuju kesejahteraan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan