Pertamina Turunkan Harga Pertamax Turbo, Dex dan Dexlite, Pertalite Tetap

Pertamina Turunkan Harga Pertamax Turbo, Dex dan Dexlite, Pertalite Tetap

Suara Pecari | Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku efektif mulai 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi berkala sesuai mekanisme yang berlaku, dengan mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia, pertimbangan aspek fiskal, serta daya beli dan perekonomian masyarakat. Dalam pengumuman resmi yang disampaikan melalui laman MyPertamina, Rabu (17/6), terlihat bahwa harga Pertamax di wilayah DKI Jakarta masih dibanderol Rp 16.250 per liter atau sama sejak perubahan terakhir pada 10 Juni 2026. Sementara itu, tiga produk nonsubsidi lainnya mengalami penurunan signifikan.

Penurunan Harga BBM Nonsubsidi

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah. “Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” jelas Kitty melalui keterangan tertulis, Rabu (17/6). Selain menghadirkan harga yang kompetitif, Kitty menekankan Pertamina juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi, sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar.

Daftar Harga BBM Pertamina per 1 Juli 2026

Jenis BBM Harga Sebelumnya (Rp/Liter) Harga Baru (Rp/Liter) Perubahan
Pertamax 16.250 16.250 Tetap
Pertamax Turbo 20.750 19.300 Turun Rp 1.450
Pertamina Dex 24.800 21.150 Turun Rp 3.650
Dexlite 23.000 19.700 Turun Rp 3.300
Pertalite 10.000 10.000 Tetap
Bio Solar 6.800 6.800 Tetap

Dari tabel di atas, penurunan tertinggi terjadi pada Pertamina Dex yang turun Rp 3.650 per liter, diikuti Dexlite yang turun Rp 3.300 per liter, dan Pertamax Turbo turun Rp 1.450 per liter. Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Bio Solar tidak mengalami perubahan, masing-masing tetap di Rp 10.000 per liter dan Rp 6.800 per liter.

Analisis Dampak Penurunan Harga

Penurunan harga BBM nonsubsidi ini tentu membawa angin segar bagi konsumen, terutama pengguna kendaraan bermesin diesel dan premium yang membutuhkan performa tinggi. Berikut beberapa dampak yang diperkirakan akan terjadi:

  • Daya Beli Masyarakat: Dengan turunnya harga Pertamax Turbo, Dex, dan Dexlite, masyarakat yang menggunakan BBM tersebut akan merasakan penghematan langsung. Misalnya, untuk Pertamina Dex, penghematan mencapai Rp 3.650 per liter. Jika rata-rata konsumsi 50 liter per minggu, maka penghematan bulanan bisa mencapai Rp 730.000.
  • Inflasi: Penurunan harga BBM nonsubsidi berpotensi menekan laju inflasi, terutama pada sektor transportasi dan logistik. Namun, karena BBM bersubsidi tidak berubah, dampaknya mungkin terbatas pada segmen tertentu.
  • Industri Transportasi: Perusahaan transportasi dan logistik yang menggunakan solar nonsubsidi (Dexlite dan Pertamina Dex) akan menikmati penurunan biaya operasional. Hal ini bisa mendorong penurunan tarif angkutan barang dan penumpang dalam jangka menengah.
  • Pertamina: Bagi Pertamina, penyesuaian harga ini merupakan langkah strategis untuk tetap kompetitif di tengah fluktuasi harga minyak dunia. Dengan menurunkan harga, Pertamina berharap dapat mempertahankan pangsa pasar dan mendorong konsumen beralih ke produk berkualitas lebih baik.

Kronologi Penyesuaian Harga BBM Pertamina

Berikut adalah kronologi perubahan harga BBM nonsubsidi Pertamina dalam beberapa bulan terakhir:

  • 10 Juni 2026: Pertamax terakhir kali berubah menjadi Rp 16.250 per liter.
  • 1 Juli 2026: Pertamax Turbo turun menjadi Rp 19.300, Pertamina Dex turun menjadi Rp 21.150, Dexlite turun menjadi Rp 19.700. Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar tetap.

Penyesuaian ini menunjukkan bahwa Pertamina secara berkala mengevaluasi harga sesuai dengan mekanisme pasar. Keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.

Penutup

Di tengah gejolak ekonomi global yang masih belum menentu, langkah Pertamina menurunkan harga BBM nonsubsidi patut diapresiasi. Penurunan ini tidak hanya meringankan beban konsumen, tetapi juga menunjukkan bahwa mekanisme pasar berjalan dengan baik. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk beralih ke BBM berkualitas lebih baik yang lebih ramah mesin dan lingkungan. Ke depannya, Pertamina diharapkan terus transparan dalam menyampaikan informasi harga dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat luas.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan