Harga Bensin Hari Ini: Kenaikan BBM Nonsubsidi Picu Inflasi, Pertamina Tahan Harga
Suara Pecari | Harga bensin hari ini menjadi sorotan utama masyarakat di tengah gejolak ekonomi global dan domestik. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada Juni 2026 lalu telah mendorong inflasi di sejumlah daerah, termasuk Kota Yogyakarta, sementara PT Pertamina (Persero) mempertahankan harga BBM nonsubsidi sejak awal tahun. Di sisi lain, harga minyak dunia yang menurun akibat kesepakatan Amerika Serikat dan Iran memberikan harapan akan stabilitas harga energi ke depan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta mencatat bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi menjadi biang kerok utama inflasi pada Juni 2026. Inflasi bulan lalu tercatat sebesar 0,46 persen, dengan andil terbesar berasal dari kelompok transportasi yang menyumbang 0,41 persen. “Komoditas yang memberikan andil terbesar adalah bensin akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi pada bulan Juni,” ujar Kepala BPS Kota Yogyakarta, Joko Prayitno. Kenaikan harga bensin hari ini juga berdampak pada tarif kereta api dan angkutan udara, sehingga menekan daya beli masyarakat.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) tidak mengubah harga BBM nonsubsidi pada 1 Maret 2024. Harga BBM Pertamax di wilayah Jabodetabek masih dipatok Rp 12.950 per liter, Pertamax Turbo Rp 14.400 per liter, Dexlite Rp 14.550 per liter, dan Pertamina Dex Rp 15.100 per liter. Untuk BBM subsidi, Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter. Meskipun harga bensin hari ini belum berubah sejak Januari 2024, tekanan inflasi dari kenaikan harga minyak dunia masih menjadi ancaman.
Di tingkat global, Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan bahwa risiko inflasi telah menurun dalam beberapa pekan terakhir, seiring dengan penurunan harga energi dan bensin setelah adanya kesepakatan antara AS dan Iran. “Karena saat ini harga energi dan bensin terus mengalami penurunan setelah adanya kabar baik mengenai kesepakatan Amerika Serikat dan Iran,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus. Namun, proyeksi terbaru menunjukkan 18 pejabat The Fed memperkirakan adanya kenaikan suku bunga pada tahun ini, yang dapat mempengaruhi nilai tukar rupiah dan harga bensin hari ini di dalam negeri.
Dampak kenaikan harga BBM juga dirasakan oleh sektor pertanian. Di Sulawesi Selatan, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juni 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,42 persen, didorong oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani. Namun, kenaikan biaya produksi akibat inflasi, termasuk harga bensin, masih membayangi kesejahteraan petani. Sementara itu, di dunia otomotif, motor Yamaha Grand Filano menjadi perbincangan karena irit bahan bakar, dengan konsumsi mencapai 50 km/liter, sehingga menjadi pilihan tepat di tengah harga bensin hari ini yang cenderung tinggi.
Kesimpulannya, harga bensin hari ini masih menjadi isu krusial yang mempengaruhi inflasi, daya beli masyarakat, dan sektor ekonomi lainnya. Pemerintah dan Pertamina diharapkan dapat menjaga stabilitas harga BBM agar tidak membebani masyarakat, sementara kebijakan moneter global perlu dicermati untuk mengantisipasi gejolak harga energi ke depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






