Ada 25 Rumah Warga Malang Dibedah Lewat Program 3 Juta Rumah
Program 3 Juta Rumah Mulai Bedah 25 Rumah Warga Malang
Suara Pecari | Malang – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus menggencarkan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden. Salah satu wujud nyatanya adalah bedah rumah tidak layak huni (RTLH) yang menyasar 25 rumah warga di Kabupaten Malang. Program ini tidak hanya bertujuan memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP, Rini Dyah Mawarty, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengurangi backlog perumahan. “Backlog perumahan ada dua jenis: backlog kepemilikan dan backlog kualitas. Program ini fokus pada peningkatan kualitas, yaitu mengubah rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni,” ujar Rini dalam kunjungannya ke Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Rabu (1/7/2026).
Desa Kalisongo menjadi lokasi prioritas karena berdekatan dengan kawasan proyek CitraLand Puncak Tidar Malang, pengembang yang menjadi mitra CSR. General Manager CitraLand Puncak Tidar Malang, Deddy, menjelaskan bahwa dari 25 rumah yang ditargetkan, 10 rumah telah selesai diperbaiki, 4 rumah masih dalam proses, dan sisanya ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026. “Kami berkomitmen mendukung program pemerintah melalui CSR. Selain membantu masyarakat, ini juga bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar,” kata Deddy.
Kriteria Penerima Bantuan dan Dampak Sosial
Bantuan bedah rumah tidak diberikan secara sembarangan. Penerima harus memenuhi kriteria tertentu, antara lain kondisi rumah yang benar-benar tidak layak huni (misalnya atap bocor, dinding retak, lantai tanah) dan tingkat kesejahteraan rendah berdasarkan data sosial ekonomi pemerintah. Proses seleksi melibatkan pemerintah desa dan dinas terkait untuk memastikan tepat sasaran.
| Tahap | Jumlah Rumah | Status |
|---|---|---|
| Tahap 1 (Jan-Mar 2026) | 10 | Selesai |
| Tahap 2 (Apr-Jun 2026) | 4 | Proses |
| Tahap 3 (Jul-Des 2026) | 11 | Target |
Dampak dari program ini sangat dirasakan oleh penerima manfaat. Rumah yang tadinya bocor saat hujan, berdinding bambu, dan berlantai tanah kini berubah menjadi rumah yang kokoh dengan dinding bata, atap genteng, dan lantai semen. “Dulu kalau hujan, kami harus mengungsi ke tetangga. Sekarang sudah tenang, anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” ujar salah satu penerima bantuan, Siti (45), warga Dusun Lok Andeng Kidul.
Selain dampak fisik, program ini juga membawa implikasi psikologis dan sosial. Rasa aman dan nyaman meningkat, sehingga produktivitas warga pun bertambah. Anak-anak lebih semangat sekolah, dan orang dewasa bisa bekerja tanpa khawatir rumah rusak. Dalam jangka panjang, perbaikan kualitas rumah diharapkan dapat mengurangi angka stunting karena lingkungan yang lebih sehat.
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta: Model Berkelanjutan
Program 3 Juta Rumah tidak bisa berjalan sendiri. Keterlibatan pihak swasta melalui CSR menjadi kunci sukses. CitraLand Puncak Tidar Malang menjadi contoh pengembang yang proaktif. “Kami tidak hanya membangun perumahan komersial, tetapi juga peduli pada lingkungan sekitar. Dengan membedah rumah warga, kami ikut menciptakan kawasan yang lebih baik dan harmonis,” kata Deddy.
- Pemerintah: Menyediakan regulasi, data penerima, dan sebagian dana stimulan.
- Swasta (CSR): Menyediakan material bangunan, tenaga kerja, dan pendanaan utama.
- Masyarakat: Berpartisipasi dalam gotong royong dan pemeliharaan rumah.
Model kolaborasi ini diharapkan dapat direplikasi di daerah lain. Rini menambahkan, “Kami mengapresiasi kontribusi swasta. Semoga semakin banyak perusahaan yang tergerak untuk berpartisipasi dalam Program 3 Juta Rumah.”
Kronologi dan Target ke Depan
Program bedah rumah di Kabupaten Malang dimulai pada awal 2026. Berikut kronologi singkatnya:
- Januari 2026: Penandatanganan MoU antara Kementerian PKP dan CitraLand Puncak Tidar Malang.
- Februari-Maret 2026: Survei dan verifikasi calon penerima di Desa Kalisongo.
- April 2026: Mulai pembangunan 10 rumah pertama.
- Juni 2026: 10 rumah selesai dan diserahkan.
- Juli 2026: Proses 4 rumah lanjutan.
- Agustus-Desember 2026: Target 11 rumah terakhir selesai.
Ke depannya, program serupa direncanakan menyasar desa-desa lain di Kabupaten Malang, seperti Desa Tegalweru dan Desa Landungsari. Pemerintah juga menggandeng BUMN dan perusahaan swasta lainnya untuk memperluas jangkauan.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Industri
Program ini tidak hanya mengubah wajah permukiman kumuh menjadi lebih layak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi. Pekerjaan konstruksi membuka lapangan kerja bagi tukang lokal. Belanja material di toko bangunan setempat menggerakkan ekonomi desa. Selain itu, rumah yang layak huni meningkatkan nilai properti di sekitarnya.
Dari sisi industri properti, program ini menjadi contoh tanggung jawab sosial yang baik. Pengembang yang terlibat mendapat citra positif di mata masyarakat dan pemerintah. Hal ini dapat menjadi nilai tambah dalam pemasaran proyek-proyek mereka.
Namun, tantangan tetap ada. Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta perlu diperkuat. Pendataan penerima harus akurat agar tidak salah sasaran. Pengawasan mutu pembangunan juga penting agar rumah yang dibedah benar-benar layak huni dalam jangka panjang.
Di tengah berbagai tantangan, Program 3 Juta Rumah melalui bedah rumah di Malang membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memberikan solusi nyata bagi masalah perumahan rakyat. Langkah kecil di Desa Kalisongo ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus bergerak, membangun Indonesia dari rumah yang layak huni.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






