Kepala BKN Soroti Kebersihan Toilet Sekolah hingga Branding Kota Tanjungbalai: Evaluasi Kinerja yang Mengungkap Celah Anggaran dan Komitmen
Suara Pecari, Tanjungbalai, 7 Juli 2026 – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh memberikan sejumlah catatan kritis kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam forum evaluasi kinerja perangkat daerah di Aula Sutrisno, Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Jumat 3 Juli 2026. Sorotan tajamnya meliputi kebersihan toilet sekolah hingga strategi branding daerah. Evaluasi ini tidak hanya mengungkap permasalahan teknis, tetapi juga menyentuh akar budaya birokrasi yang kerap menggunakan keterbatasan anggaran sebagai alasan.
Kebersihan Toilet Sekolah: Antara Komitmen dan Anggaran
Salah satu poin utama yang disoroti Zudan adalah kondisi toilet di sekolah-sekolah Tanjungbalai. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai, Buchori Ginting, mengakui bahwa sekitar 90 persen toilet sekolah dalam kondisi bersih. Namun, ia meminta waktu enam bulan untuk menuntaskan kebersihan seluruh toilet, dengan alasan keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.
Zudan menanggapi pernyataan tersebut dengan tegas. Menurutnya, menjaga kebersihan toilet tidak memerlukan biaya besar jika ada komitmen dan pengelolaan yang baik. “Membersihkan toilet tidak memerlukan anggaran yang besar. Yang dibutuhkan adalah komitmen,” ujarnya. Ia menargetkan seluruh toilet sekolah di Tanjungbalai sudah bersih pada tahun 2027.
Data Kondisi Toilet Sekolah di Tanjungbalai
| Indikator | Persentase | Target |
|---|---|---|
| Toilet bersih saat ini | 90% | 100% pada 2027 |
| Kendala utama | Keterbatasan anggaran | |
| Solusi yang ditawarkan | Pengelolaan berbasis komitmen, bukan biaya besar | |
Pernyataan Zudan ini mengingatkan pada fenomena umum di banyak daerah, di mana alasan anggaran sering digunakan untuk menunda perbaikan layanan dasar. Padahal, menurut data dari Kementerian Pendidikan, kebersihan toilet sekolah berkorelasi langsung dengan tingkat kehadiran siswa, terutama siswi, dan kesehatan lingkungan belajar. Dampak jangka panjang dari toilet yang tidak terawat meliputi peningkatan risiko penyakit menular dan menurunnya kenyamanan belajar.
Absensi Digital: Efisiensi yang Tertunda
Selain kebersihan, Zudan juga menyoroti implementasi absensi digital di Dinas Pendidikan. Ia meminta agar penggunaan sistem ini terus ditingkatkan. Menanggapi hal ini, Buchori Ginting meminta waktu tiga bulan untuk meningkatkan capaian implementasi absensi digital.
Absensi digital merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang digalakkan BKN untuk meningkatkan disiplin dan akuntabilitas ASN. Di Tanjungbalai, implementasinya masih belum optimal. Keterlambatan ini berpotensi menghambat efektivitas pengawasan kehadiran pegawai, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas layanan publik.
Branding Kota Tanjungbalai: Strategi Tanpa Anggaran Tambahan
Zudan juga memberikan masukan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungbalai yang dipimpin Indra Adiguna. Ia menyarankan agar Diskominfo mengajak seluruh OPD untuk aktif membagikan konten branding Kota Tanjungbalai melalui media sosial masing-masing. Menurutnya, langkah ini bisa dilakukan tanpa anggaran tambahan.
Indra Adiguna menyambut baik usulan tersebut, namun menyatakan perlunya komunikasi terlebih dahulu agar semua OPD memiliki komitmen bersama. Zudan menilai tidak diperlukan MoU atau perjanjian kerja sama; cukup dengan membagikan materi promosi ke grup komunikasi OPD dan meminta mereka untuk meneruskan serta membagikannya melalui grup atau akun media sosial resmi.
Langkah-Langkah Strategis Branding Kota Tanjungbalai
- Membuat materi promosi (video, infografis, foto) yang menarik dan mudah dibagikan.
- Membentuk grup komunikasi OPD di platform pesan instan.
- Menugaskan setiap OPD untuk membagikan konten minimal 3 kali per minggu.
- Memantau dan mengevaluasi jumlah unggahan serta jangkauan audiens secara berkala.
Strategi ini dinilai efektif untuk meningkatkan visibilitas Tanjungbalai sebagai kota yang bersih, religius, dan progresif. Dengan melibatkan seluruh OPD, pesan branding dapat menjangkau lebih banyak masyarakat secara organik.
Program Agamais: Pertanyaan yang Tak Terjawab
Zudan juga mempertanyakan program unggulan Pemerintah Kota Tanjungbalai, yaitu program Agamais (Agamis, Aman, dan Indah). Ia meminta penjelasan kepada Kepala Inspektorat mengenai OPD yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya. Namun, pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab pada forum tersebut. Hal ini menunjukkan lemahnya koordinasi dan pemahaman antar perangkat daerah terhadap program prioritas.
Dampak dan Implikasi bagi Pemerintah Kota Tanjungbalai
Evaluasi ini memberikan gambaran bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Alasan keterbatasan anggaran tidak lagi dapat dijadikan tameng. Zudan menekankan pentingnya inovasi dan komitmen dalam mengelola sumber daya yang ada. Implikasi dari evaluasi ini antara lain:
- Perubahan budaya birokrasi: Dari pola pikir yang selalu mengandalkan anggaran menjadi lebih kreatif dan efisien.
- Peningkatan kualitas layanan publik: Toilet bersih dan absensi digital yang baik akan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
- Penguatan branding daerah: Dengan strategi media sosial yang terpadu, Tanjungbalai dapat menarik lebih banyak wisatawan dan investor.
Kepala BKN berharap evaluasi ini menjadi momentum bagi semua OPD di Tanjungbalai untuk introspeksi dan berbenah. Dengan target yang jelas dan komitmen bersama, berbagai permasalahan yang disoroti dapat diatasi tepat waktu.
Penutup
Evaluasi kinerja yang dipimpin Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menjadi cermin bagi birokrasi Tanjungbalai. Dari toilet sekolah hingga branding kota, setiap detail menunjukkan bahwa kemajuan tidak selalu bergantung pada anggaran besar, melainkan pada kemauan untuk berubah. Jika seluruh OPD bersatu padu menjalankan arahan ini, bukan tidak mungkin Tanjungbalai akan menjadi contoh daerah lain dalam mengelola sumber daya secara cerdas dan berkelanjutan. Kini, bola ada di tangan mereka: apakah akan terus berlindung di balik keterbatasan, atau berani melompat dengan komitmen?
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









