Libur Sekolah, KAI Ingatkan Anak-anak tidak bermain di Jalur KA

Libur Sekolah, KAI Ingatkan Anak-anak tidak bermain di Jalur KA

Suara Pecari, Memasuki masa libur sekolah yang berlangsung sejak akhir Juni hingga pertengahan Juli 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali mengingatkan masyarakat, khususnya anak-anak, untuk tidak bermain di sekitar jalur kereta api. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya aktivitas anak-anak di luar rumah yang kerap kali tak terkontrol.

Peringatan Keras dari KAI

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, dalam keterangan resminya pada Senin, 6 Juli 2026, menegaskan bahwa jalur kereta api merupakan area terbatas yang hanya diperuntukkan bagi operasional perkeretaapian. “Kami harap para orang tua mengawasi anak-anak selama libur sekolah agar tidak bermain di sekitar jalur KA. Aktivitas tersebut sangat berbahaya karena mengancam keselamatan jiwa dan mengganggu perjalanan kereta api,” ujar Tohari. Ia menambahkan, peningkatan aktivitas anak di luar rumah harus diimbangi dengan pengawasan lebih intensif dari orang tua. “Kami ingatkan, bermain di jalur KA berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan, bahkan berakibat fatal. Ingat, jalur kereta api bukanlah tempat bermain,” tegasnya.

Kronologi dan Latar Belakang

Imbauan ini dilatarbelakangi oleh sejumlah insiden kecelakaan di perlintasan sebidang dan jalur KA yang melibatkan anak-anak pada tahun-tahun sebelumnya. Data dari KAI Daop 7 mencatat bahwa pada libur sekolah tahun 2025, terjadi tiga kecelakaan yang melibatkan anak-anak bermain di rel, dua di antaranya berakibat fatal. Hal inilah yang mendorong KAI untuk lebih gencar melakukan sosialisasi keselamatan, terutama pada momen libur sekolah.

Sebagai bagian dari upaya preventif, KAI Daop 7 Madiun menggelar kegiatan The Nice Kids Fun Run bersama KAI di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, pada Minggu, 5 Juli 2026. Acara tersebut diikuti oleh 85 anak dan dimeriahkan dengan berbagai stan edukasi, termasuk stan KAI yang memberikan informasi tentang keselamatan perjalanan kereta api. Pengunjung diajak mengikuti sesi tanya jawab interaktif, serta berinteraksi dengan maskot KAI, Si Loko. KAI juga membagikan merchandise dan memberikan hadiah tiket kereta api gratis bagi para pemenang lomba.

Dampak dan Implikasi

Kegiatan bermain di jalur KA tidak hanya membahayakan keselamatan anak, tetapi juga dapat mengganggu operasional kereta api. Kereta api yang melaju dengan kecepatan tinggi membutuhkan jarak pengereman yang panjang, sehingga jika tiba-tiba ada anak di rel, risiko kecelakaan sangat tinggi. Selain itu, tindakan tersebut dapat menyebabkan keterlambatan perjalanan kereta api karena masinis harus melakukan pengereman mendadak atau bahkan menghentikan kereta.

Dari sisi hukum, memasuki jalur kereta api tanpa izin melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, yang dapat dikenakan sanksi pidana. Namun, pendekatan edukatif dinilai lebih efektif untuk anak-anak dan orang tua.

Edukasi Keselamatan Berkelanjutan

KAI Daop 7 Madiun terus menyosialisasikan slogan keselamatan BERTEMAN, yang merupakan singkatan dari Berhenti, Tengok Kiri-Kanan, Pastikan Aman, Baru Jalan. Slogan ini diharapkan menjadi kebiasaan bagi masyarakat saat melintasi perlintasan sebidang. Selain itu, KAI juga memberikan layanan informasi mengenai tarif reduksi bagi lansia, penyandang disabilitas, dan veteran, serta program edukasi Eduspoor.

Jenis LayananKeterangan
Tarif ReduksiDiskon untuk lansia, disabilitas, veteran
Perjalanan RombonganLayanan khusus grup
Edukasi EduspoorProgram edukasi perkeretaapian

Melalui berbagai kegiatan ini, KAI berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di sekitar jalur dan perlintasan kereta api terus meningkat.

Tanggapan Orang Tua

Salah satu orang tua di Kota Kediri, Mohamad Aji, mengaku selalu mengingatkan anak-anaknya untuk mengisi liburan dengan kegiatan positif. “Alhamdulillah, selama libur ini anak-anak lebih sering di rumah. Kalau pun keluar, saya atau istri selalu mendampingi,” ujar Aji. Ia juga mengajak orang tua lain untuk terus mengawasi anak-anak baik di rumah maupun saat beraktivitas di luar.

Tips Aman untuk Orang Tua

  • Awasi anak setiap saat, terutama saat bermain di dekat rel atau perlintasan.
  • Ajarkan anak untuk tidak pernah bermain di jalur kereta api.
  • Gunakan perlintasan resmi dan patuhi rambu BERTEMAN.
  • Libatkan anak dalam kegiatan positif seperti lomba, olahraga, atau seni.

Dengan meningkatnya kepatuhan terhadap aturan keselamatan dan pengawasan orang tua, potensi kecelakaan di lingkungan perkeretaapian diharapkan dapat terus ditekan. Liburan sekolah yang menyenangkan tidak harus berakhir dengan duka. Mari bersama-sama menjaga keselamatan anak-anak dan kelancaran perjalanan kereta api.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *