BGN Pastikan Program MBG di Buleleng Tetap Berjalan, Distribusi Libur Sementara

BGN Pastikan Program MBG di Buleleng Tetap Berjalan, Distribusi Libur Sementara

Suara Pecari, Singaraja – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng tidak dihentikan, melainkan hanya mengalami penyesuaian jadwal distribusi selama masa libur sekolah. Kepastian ini disampaikan oleh Koordinator Wilayah BGN Buleleng, Rusdianto, menyusul beredarnya informasi yang menyebut program tersebut dihentikan. “Program tetap berjalan, hanya distribusinya yang libur selama sekolah libur,” ujarnya.

Latar Belakang dan Kebijakan Distribusi

Kebijakan penghentian sementara distribusi MBG didasarkan pada Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 yang diterima BGN pada 17 Juni 2026. Surat edaran tersebut mengatur bahwa selama libur sekolah, distribusi makanan bergizi gratis tidak dilaksanakan, termasuk untuk kelompok penerima manfaat lain seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Keputusan ini diambil untuk menyesuaikan dengan kalender pendidikan nasional dan memastikan efisiensi operasional.

Kronologi Penghentian Sementara

  • 12 Juni 2026: Distribusi terakhir untuk siswa sekolah.
  • 15 Juni 2026: Distribusi terakhir untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
  • 17 Juni 2026: Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 diterima BGN.
  • Mulai 18 Juni 2026: Distribusi dihentikan sementara hingga libur sekolah berakhir.

Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tetap Berjalan

Meski distribusi dihentikan sementara, aktivitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berlangsung. Kepala SPPG, tenaga ahli gizi, dan petugas pengawas tetap menjalankan tugas administratif serta mempersiapkan operasional untuk distribusi berikutnya. Relawan harian yang biasanya bertugas mendistribusikan makanan sementara tidak bekerja selama masa libur. Namun, petugas keamanan tetap berjaga di setiap SPPG untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasional.

Data dan Capaian Program MBG di Buleleng

Hingga saat ini, Program MBG di Kabupaten Buleleng menunjukkan perkembangan signifikan. Berikut adalah data terkini:

IndikatorJumlah
SPPG Terverifikasi46 unit
SPPG Beroperasi38 unit
Penerima Manfaat~87.000 orang
Persentase Target>50%

Dengan 38 SPPG yang sudah beroperasi, program ini telah melayani sekitar 87 ribu penerima manfaat, atau lebih dari 50 persen dari target yang ditetapkan pemerintah. Capaian ini menunjukkan komitmen BGN dalam memperluas jangkauan program gizi gratis di Buleleng.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat

Penghentian sementara distribusi MBG tentu berdampak pada penerima manfaat, terutama siswa dan ibu hamil/menyusui yang bergantung pada asupan gizi dari program ini. Namun, BGN memastikan bahwa selama libur sekolah, kebutuhan gizi tetap menjadi perhatian. Pemerintah daerah diimbau untuk menyediakan alternatif pemenuhan gizi bagi kelompok rentan. Di sisi lain, libur distribusi juga memberikan kesempatan bagi BGN untuk melakukan evaluasi dan persiapan logistik agar distribusi selanjutnya lebih optimal.

Prospek ke Depan

BGN masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait jadwal dimulainya kembali distribusi MBG. Program diperkirakan kembali berjalan setelah kegiatan belajar mengajar di sekolah dimulai pada pertengahan Juli 2026. “Kami masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat terkait jadwal distribusi berikutnya. Kami berharap layanan dapat kembali berjalan optimal setelah masa libur sekolah berakhir,” ujar Rusdianto.

Dengan persiapan yang matang dan koordinasi dengan berbagai pihak, BGN optimistis program MBG di Buleleng akan terus berjalan dan mencapai target yang telah ditetapkan. Masyarakat diharapkan tetap mendukung program ini demi meningkatkan gizi generasi penerus bangsa.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *