Khitanan Massal Meriah, Puluhan Anak Ikuti Bakti Sosial Bersama

Khitanan Massal Meriah, Puluhan Anak Ikuti Bakti Sosial Bersama

Puluhan Anak Antusias Ikuti Khitanan Massal di Pondok Pesantren Darul Fikri

Suara Pecari, Selatpanjang, 11 Juli 2026 – Sebanyak 68 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Kepulauan Meranti mengikuti khitanan massal yang digelar di Pondok Pesantren Darul Fikri, Selatpanjang, pada Sabtu lalu. Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Fitrah Madani ini berlangsung meriah dan penuh semangat, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti serta berbagai pihak swasta dan tenaga kesehatan.

Acara yang rutin digelar setiap tahun ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi agar anak-anak mereka tetap bisa menjalani khitan secara medis dan syar’i. Kepala Yayasan Fitrah Madani, Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial terhadap kesehatan anak-anak di daerah terpencil. “Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan akses khitan yang aman dan terjangkau, tanpa terbebani biaya,” ujarnya saat ditemui di lokasi acara.

Apresiasi dari Pemerintah Daerah: Gotong Royong Kunci Sukses

Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Kepulauan Meranti, Tengku Arifin, secara resmi membuka kegiatan khitanan massal tersebut. Dalam sambutannya, Tengku Arifin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Fitrah Madani, para tenaga kesehatan, serta donatur yang telah berkontribusi. “Alhamdulillah, saya melihat anak-anak kita semuanya pemberani. Tetap semangat dan kelak menjadi anak yang saleh. Semoga ibadah yang dilakukan adik-adik diterima di sisi Allah SWT,” pesannya kepada para peserta.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, yayasan, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan program-program sosial. “Ini adalah contoh nyata semangat gotong royong yang harus terus kita rawat. Dengan bersatu, kita bisa membantu lebih banyak masyarakat,” tambahnya.

Proses Khitan: Medis dan Syar’i Berjalan Lancar

Khitanan massal ini dilaksanakan dengan mengedepankan aspek medis dan keagamaan. Tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selatpanjang serta Puskesmas setempat turut serta memastikan setiap prosedur berjalan steril dan aman. Para peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi mereka layak dikhitan. Setelah itu, proses khitan dilakukan dengan metode modern yang meminimalkan rasa sakit dan mempercepat penyembuhan.

Selain khitan, para peserta juga mendapatkan paket bingkisan berisi perlengkapan ibadah, pakaian baru, dan makanan bergizi. Hal ini disambut gembira oleh anak-anak dan orang tua yang mendampingi. “Saya sangat bersyukur. Anak saya bisa dikhitan gratis dan dapat bingkisan juga. Terima kasih kepada semua yang terlibat,” ujar Siti, salah satu orang tua peserta.

Daftar Peserta Khitanan Massal Berdasarkan Kecamatan

KecamatanJumlah Peserta
Tebing Tinggi25
Selatpanjang18
Rangsang15
Merbau10

Data di atas menunjukkan bahwa peserta berasal dari empat kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti, dengan mayoritas dari Tebing Tinggi. Distribusi ini mencerminkan jangkauan program yang cukup luas, menjangkau daerah-daerah yang mungkin sulit mengakses layanan kesehatan.

Dampak Positif bagi Masyarakat dan Kesehatan Anak

Kegiatan khitanan massal ini memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama dalam aspek kesehatan dan ekonomi. Dengan adanya program gratis, orang tua tidak perlu mengeluarkan biaya yang bisa mencapai ratusan ribu rupiah per anak. Selain itu, khitan yang dilakukan secara medis mengurangi risiko infeksi dan komplikasi dibandingkan khitan tradisional.

Dari sisi sosial, acara ini memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong. Para relawan dari berbagai latar belakang turut serta membantu, mulai dari persiapan hingga pendampingan anak-anak. “Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Ini menjadi motivasi untuk terus mengadakan kegiatan serupa di masa mendatang,” kata Ahmad Fauzi.

Harapan ke Depan: Program Berkelanjutan dan Jangkauan Lebih Luas

Yayasan Fitrah Madani berencana untuk menjadikan khitanan massal sebagai program tahunan yang berkelanjutan, dengan target peserta yang lebih banyak dan jangkauan yang lebih luas. Mereka juga akan menggandeng lebih banyak mitra, termasuk perusahaan swasta dan lembaga filantropi, untuk mendukung pendanaan dan logistik.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti juga menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. Tengku Arifin berharap kegiatan serupa bisa diadakan di kecamatan-kecamatan lain yang belum terjangkau. “Kami akan fasilitasi koordinasi dengan dinas terkait agar program ini bisa berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, khitanan massal ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan investasi bagi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *