Sumur Bor Karya Bakti TNI di Desa Mudik Hampir Rampung, 500 KK Segera Nikmati Air Bersih
Suara Pecari, Gunungsitoli – Warga Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, tak lama lagi akan menikmati akses air bersih yang selama ini menjadi impian. Program pembangunan sumur bor melalui Karya Bakti TNI AD Skala Besar Tahun 2026 di Dusun I, Desa Mudik, memasuki tahap akhir. Hingga Kamis, 9 Juli 2026, hampir seluruh pekerjaan fisik telah rampung dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat.
Latar Belakang Kebutuhan Air Bersih di Desa Mudik
Desa Mudik merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Gunungsitoli yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau. Sumber air yang ada seringkali kering atau tercemar, memaksa warga menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air. Kondisi ini mendorong TNI AD, melalui Kodim 0213/Nias, untuk turun tangan membangun sumur bor sebagai solusi jangka panjang.
Program Karya Bakti TNI Skala Besar tahun 2026 memang difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar di daerah pedesaan, termasuk akses air bersih. Kepala Desa Mudik, Bapak Amin Zebua, menyambut baik program ini. “Sejak dulu warga kami sangat membutuhkan air bersih. Setiap kemarau, banyak yang harus membeli air dengan harga mahal atau berjalan kaki hingga 2 kilometer ke sungai,” ujarnya.
Progres Pembangunan dan Spesifikasi Teknis
Pembangunan sumur bor dikerjakan oleh personel Koramil 01/Gunungsitoli di bawah Kodim 0213/Nias. Babinsa setempat, Serka Mhd. Syukur Zebua, memimpin langsung pengerjaan bersama lima tenaga pembangunan bak penampungan. Hingga 9 Juli 2026, pengeboran telah mencapai kedalaman 90 meter, melebihi target awal 80 meter, untuk memastikan debit air yang cukup.
Fasilitas yang telah selesai dibangun meliputi:
- Sumur bor dengan kedalaman 90 meter
- Menara air setinggi 6 meter
- Bak penampungan berkapasitas 10.000 liter
- Tempat pengambilan air (kran umum) sebanyak 4 titik
- Saluran pembuangan air limbah
Satu-satunya pekerjaan yang tersisa adalah pemasangan KWH listrik untuk mengoperasikan pompa submersible. “Kami sudah mengajukan permohonan pemasangan listrik ke PLN. Targetnya minggu depan sudah terpasang sehingga sumur bor bisa segera difungsikan,” jelas Serka Mhd. Syukur Zebua.
Manfaat bagi 500 Kepala Keluarga
Sumur bor ini diperkirakan akan melayani sekitar 500 kepala keluarga atau 2.500 jiwa di Desa Mudik. Dengan kapasitas pompa 2,5 liter per detik, sumur ini mampu memproduksi sekitar 8.000 liter air per jam. Warga tidak perlu lagi antre berjam-jam atau membayar mahal untuk air bersih.
Ibu Siti, seorang ibu rumah tangga di Dusun I, mengaku sangat bersyukur. “Selama ini kami harus membeli air seharga Rp50.000 per drum. Sekarang semoga gratis dan tidak perlu jauh-jauh lagi,” tuturnya. Pemerintah desa juga berencana membentuk kelompok pengelola untuk menjaga keberlanjutan fasilitas.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Kehadiran sumur bor ini tidak hanya menyelesaikan masalah air bersih, tetapi juga berdampak pada berbagai aspek kehidupan:
- Kesehatan: Mengurangi risiko penyakit akibat air kotor seperti diare, kolera, dan penyakit kulit.
- Ekonomi: Warga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli air, sehingga dapat mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain.
- Pendidikan: Anak-anak tidak perlu lagi membantu orang tua mengambil air jauh-jauh, sehingga waktu belajar bertambah.
- Sosial: Mengurangi konflik antarwarga akibat perebutan sumber air.
Program ini juga menjadi contoh sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun desa. “Karya Bakti TNI bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kebersamaan dan kemandirian warga,” kata Dandim 0213/Nias, Letkol Inf. Agus Setiawan.
Kronologi Pembangunan
Berikut kronologi pembangunan sumur bor Karya Bakti TNI di Desa Mudik:
| Tanggal | Kegiatan |
|---|---|
| 1 Juni 2026 | Survei lokasi dan penentuan titik bor |
| 5 Juni 2026 | Mobilisasi alat dan bahan |
| 10 Juni 2026 | Pengeboran dimulai |
| 25 Juni 2026 | Pengeboran mencapai 90 meter |
| 30 Juni 2026 | Pembangunan menara air dan bak penampungan |
| 5 Juli 2026 | Pemasangan pipa dan kran umum |
| 9 Juli 2026 | Pekerjaan fisik selesai, tinggal pemasangan listrik |
| Juli 2026 (target) | Operasional sumur bor |
Tantangan dan Solusi
Selama proses pembangunan, tim menghadapi beberapa tantangan. Pertama, medan berbatu di lokasi pengeboran memperlambat proses. Namun, dengan menggunakan alat bor khusus, tim berhasil menembus batuan. Kedua, cuaca yang kerap hujan menyulitkan pengerjaan konstruksi. Personel TNI dan warga tetap bekerja dengan sistem shift.
“Kami bersyukur semua berjalan lancar. Bantuan dari warga sangat berarti, mereka turut gotong royong mengangkut material,” ujar Serka Mhd. Syukur Zebua. Ke depan, TNI berencana melakukan pemeliharaan rutin agar sumur bor awet dan berfungsi optimal.
Penutup
Dengan rampungnya sumur bor Karya Bakti TNI di Desa Mudik, ribuan jiwa tak lagi haus akan air bersih. Program ini membuktikan bahwa kehadiran negara melalui TNI mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat di pelosok. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengatasi krisis air bersih secara mandiri dan berkelanjutan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










