Kemendikdasmen Gebrak Pendidikan 2026: Deep Learning, Revitalisasi Sekolah, dan TKA Dimajukan
Suara Pecari, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui serangkaian kebijakan strategis pada tahun 2026. Mulai dari penerapan pendekatan deep learning di seluruh mata pelajaran, program revitalisasi sekolah di Makassar, hingga penyesuaian jadwal Tes Kemampuan Akademik (TKA), semua langkah ini diambil untuk menciptakan proses belajar yang lebih bermakna dan merata.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa deep learning bukanlah mata pelajaran baru, melainkan pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk membuat proses belajar lebih mendalam dan aktif. “Semua mata pelajaran akan menggunakan pendekatan deep learning yang sesuai dengan karakteristik masing-masing,” ujarnya di Jakarta, Jumat (24/1/2026). Penerapan ini akan disertai pelatihan bagi guru berbasis mata pelajaran, sehingga guru Matematika, Bahasa Indonesia, dan lainnya dapat mendiskusikan implementasi deep learning sesuai bidang studi mereka. Kemendikdasmen juga menyiapkan Papan Interaktif Digital (PID) untuk mendukung transformasi pembelajaran sains di kelas. Dengan demikian, deep learning diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan keterlibatan siswa secara signifikan.
Di sisi lain, Kemendikdasmen juga merealisasikan program revitalisasi sekolah di Makassar. Sebanyak 30 sekolah di kota tersebut akan mendapatkan bantuan perbaikan fisik setelah awalnya hanya dialokasikan 11 sekolah. Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch Salim Somad, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur pendidikan. Secara nasional, pemerintah mengalokasikan revitalisasi 15.100 sekolah dengan anggaran sekitar Rp15 triliun. “Kami berharap dengan revitalisasi ini, kenyamanan belajar siswa dapat meningkat,” ujar Salim saat peletakan batu pertama revitalisasi SD Muhammadiyah Mimbar Baru, Rabu (8/7/2026).
Tidak hanya itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia juga menetapkan perubahan jadwal pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) 2026. Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, mengumumkan bahwa pendaftaran dimajukan menjadi 27 Juli hingga 27 September 2026, lebih cepat tiga minggu dari rencana awal. Penyesuaian ini dilakukan untuk memberikan waktu lebih luas bagi sekolah dalam memperbarui data peserta di Dapodik yang akan dibuka pada 15 Juli 2026. “Kami ingin memastikan tidak ada siswa yang tertinggal karena data belum diperbarui,” jelas Toni di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Pelaksanaan utama TKA dan AN akan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 secara bertahap.
Kebijakan-kebijakan ini menunjukkan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pemerataan akses dan kualitas pembelajaran. Dengan deep learning, revitalisasi sekolah, dan penyesuaian jadwal TKA, diharapkan sistem pendidikan Indonesia semakin adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Secara keseluruhan, langkah-langkah strategis yang diambil oleh Kemendikdasmen pada tahun 2026 mencerminkan upaya serius dalam memajukan pendidikan nasional. Mulai dari transformasi metode pembelajaran hingga perbaikan infrastruktur dan sistem asesmen, semua diarahkan untuk menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing global. Masyarakat pun diharapkan dapat mendukung dan berpartisipasi aktif dalam setiap program yang dicanangkan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










