Muhammadiyah DIY Resmikan Gedung Sekolah Senilai Rp38 M Tanpa Tinggalkan Utang

Muhammadiyah DIY Resmikan Gedung Sekolah Senilai Rp38 M Tanpa Tinggalkan Utang

Suara Pecari, YOGYAKARTA – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meresmikan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), sebuah gedung sekolah megah senilai Rp38 miliar yang dibangun tanpa meninggalkan utang. Peresmian berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026, di kompleks sekolah yang berlokasi di Kapanewon Kasihan, Bantul. Acara ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muti serta sejumlah pejabat dan tokoh Muhammadiyah.

Latar Belakang Pembangunan MSUS

MSUS merupakan pengembangan dari SD Muhammadiyah Sapen yang telah berdiri sejak lama. Kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang lebih modern dan berstandar internasional mendorong PWM DIY untuk membangun sekolah baru. Ketua PWM DIY, Muhammad Ikhwan Ahada, menegaskan bahwa pembangunan MSUS adalah bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di DIY.

Proses Pembangunan dan Pendanaan

Pembangunan MSUS memakan waktu 272 hari dengan total biaya sekitar Rp38 miliar. Seluruh dana dihimpun melalui kolaborasi berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk PWM DIY, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta dan Bantul, serta SD Muhammadiyah Sapen. “Alhamdulillah, seluruh pembiayaan diselesaikan tanpa menyisakan utang. Ini adalah bukti gotong royong warga Muhammadiyah,” ujar Ikhwan dalam sambutannya.

AspekDetail
LokasiKapanewon Kasihan, Bantul, DIY
Luas Bangunan4.947 meter persegi (6 lantai)
Biaya PembangunanRp38 miliar (tanpa utang)
Waktu Pembangunan272 hari
Sumber DanaKolaborasi AUM: PWM DIY, PDM Kota Yogyakarta, PDM Bantul, SD Muhammadiyah Sapen
Jenjang AwalKelas I dan II (masing-masing 2 kelas paralel)
KurikulumIntegrasi Kurikulum Nasional, Cambridge, dan International Baccalaureate (IB)

Kurikulum Unggulan

MSUS menerapkan kurikulum integratif yang menggabungkan Kurikulum Nasional dengan praktik Kurikulum Cambridge dan International Baccalaureate (IB). Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. “Kami ingin siswa-siswa MSUS tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan wawasan internasional,” jelas Ikhwan.

Rencana Pengembangan ke Depan

Setelah peresmian MSUS, PWM DIY telah menyiapkan rencana pendirian SMP MSUS dan selanjutnya SMA MSUS. Ikhwan menyebutkan bahwa kehadiran SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang telah menjadi Sekolah Garuda Transformatif menjadi model pengembangan. “Kami mohon doa restu kelanjutan pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman ke depan. Kami akan menyiapkan sekolah menengah atas yang potensial,” ujarnya.

  • Tahap 1 (2026): Operasional SD MSUS kelas I dan II.
  • Tahap 2 (2027): Persiapan pendirian SMP MSUS.
  • Tahap 3 (2028-2029): Pendirian SMA MSUS.

Dampak dan Implikasi

Kehadiran MSUS diharapkan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan di DIY, khususnya di Kabupaten Bantul. Dengan fasilitas modern dan kurikulum berstandar internasional, MSUS menjadi alternatif bagi orang tua yang menginginkan pendidikan berkualitas tinggi. Selain itu, pembangunan tanpa utang menunjukkan kemandirian finansial Muhammadiyah yang patut dicontoh. “Ini adalah model pengelolaan pendidikan yang berkelanjutan dan tidak membebani generasi mendatang dengan utang,” kata seorang pengamat pendidikan.

Kronologi Peresmian

Acara peresmian diawali dengan sarasehan yang dihadiri oleh Mendikdasmen Abdul Muti, Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada, serta para tokoh Muhammadiyah dan pejabat daerah. Setelah sambutan, dilakukan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti. Acara dilanjutkan dengan tur keliling gedung sekolah yang terdiri dari enam lantai, termasuk ruang kelas modern, laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas olahraga.

Mendikdasmen Abdul Muti memberikan apresiasi atas inisiatif Muhammadiyah. “Saya bangga melihat semangat gotong royong dan kemandirian Muhammadiyah. MSUS menjadi contoh bagaimana pendidikan berkualitas dapat dihadirkan tanpa bergantung pada utang,” ujarnya dalam sambutan.

Penutup

Peresmian Muhammadiyah Sapen Universal School menandai babak baru dalam perjalanan pendidikan Muhammadiyah di DIY. Dengan gedung megah tanpa utang dan kurikulum berstandar global, MSUS siap mencetak generasi emas yang beriman, berilmu, dan berdaya saing internasional. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya di Indonesia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *