Wako Hendri Arnis Instruksikan Pembenahan dan Penguatan Layanan Pengunjung PDIKM
Suara Pecari, Padang Panjang – Pemerintah Kota Padang Panjang terus berupaya meningkatkan kualitas Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) sebagai destinasi wisata unggulan. Saat meninjau kawasan tersebut, Sabtu, 4 Juli 2026, Wali Kota Hendri Arnis menginstruksikan pembenahan fasilitas, peningkatan pelayanan, serta penguatan aktivitas seni dan ekonomi kreatif agar PDIKM semakin nyaman dan menarik bagi pengunjung. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar menjadikan PDIKM sebagai ikon budaya dan wisata andalan Sumatera Barat.
Latar Belakang dan Konteks Pembenahan
PDIKM selama ini menjadi pusat dokumentasi dan informasi kebudayaan Minangkabau yang menyimpan berbagai koleksi berharga, mulai dari naskah kuno, artefak, hingga karya seni tradisional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kunjungan wisatawan cenderung stagnan. Data dari Dinas Pariwisata Padang Panjang menunjukkan bahwa pada tahun 2025, kunjungan ke PDIKM mencapai sekitar 120.000 orang, turun 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh keluhan pengunjung terkait fasilitas yang kurang terawat dan pelayanan yang belum optimal. Oleh karena itu, instruksi Wako Hendri Arnis menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali daya tarik destinasi ini.
Arahan Strategis Wali Kota
Pembenahan Fisik dan Fasilitas
Dalam peninjauan tersebut, Wako Hendri memberikan sejumlah arahan kepada pengelola terkait perawatan sarana dan prasarana, penataan kawasan, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan. “Kita ingin PDIKM menjadi destinasi wisata budaya yang bersih, nyaman, hidup, dan memberikan kesan positif bagi setiap pengunjung. Karena itu, seluruh fasilitas harus dirawat dan pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan,” ujarnya. Ia menegaskan kebersihan kawasan harus menjadi prioritas utama karena menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan sekaligus daya tarik bagi wisatawan.
Selain kebersihan, Wako juga meminta gazebo yang mengalami kerusakan segera diperbaiki agar kembali dapat dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat. Kolam air mancur juga diminta segera difungsikan kembali untuk mempercantik kawasan PDIKM. Penataan area parkir turut menjadi perhatian. Menurutnya, pengaturan parkir yang lebih tertib akan memberikan kenyamanan bagi pengunjung. “Untuk parkiran depan ini bisa digunakan untuk parkiran VIP, sedangkan pengunjung lainnya dapat memanfaatkan area parkir di bagian belakang,” katanya.
| Fasilitas | Kondisi Saat Ini | Tindakan yang Diinstruksikan |
|---|---|---|
| Gazebo | Rusak sebagian | Perbaikan segera |
| Kolam air mancur | Tidak berfungsi | Difungsikan kembali |
| Area parkir | Kurang tertib | Penataan zona VIP dan umum |
| Deretan ruko | Kosong/tidak aktif | Diisi UMKM lokal |
Peningkatan Pelayanan dan Jam Operasional
Di bidang pelayanan, Hendri menginstruksikan agar setiap pengunjung disambut dengan ramah oleh petugas dan pemandu, serta memperoleh informasi yang memadai selama berada di kawasan PDIKM. Ia juga mengarahkan agar operasional PDIKM diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB sehingga masyarakat memiliki waktu lebih leluasa untuk berkunjung. Perpanjangan jam operasional ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung, terutama pada sore dan malam hari, serta membuka peluang bagi kegiatan budaya malam hari.
Perhatian terhadap Satwa dan Kesehatan
Tidak hanya itu, Wali Kota meminta kesehatan satwa yang berada di kawasan PDIKM mendapat perhatian melalui pemeriksaan dan perawatan secara berkala. Kawasan PDIKM juga memiliki beberapa satwa seperti rusa dan burung yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, terutama anak-anak. Dengan perawatan yang baik, keberadaan satwa ini dapat menjadi nilai tambah edukatif dan rekreatif.
Penguatan Ekonomi Kreatif dan Seni
Ia juga menginstruksikan agar deretan ruko di kawasan PDIKM segera diaktifkan dan diisi oleh pelaku UMKM lokal guna memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus memperkaya pilihan produk bagi wisatawan. “Deretan ruko di kawasan PDIKM harus segera difungsikan dan diisi oleh pelaku UMKM agar dapat meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus menjadi ruang promosi produk lokal,” imbaunya. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat sekitar dan memberikan pengalaman berbelanja yang autentik bagi wisatawan.
Untuk menambah daya tarik kawasan, Hendri mendorong penyelenggaraan pentas seni secara rutin melalui kolaborasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI), sanggar, komunitas seni, dan para pelaku budaya. Menurutnya, pertunjukan seni yang berkesinambungan akan memperkuat identitas PDIKM sebagai pusat pelestarian budaya Minangkabau sekaligus membuka ruang berkarya bagi seniman lokal. Beberapa jenis seni yang direncanakan meliputi tari tradisional, musik talempong, randai, dan pameran lukisan.
- Kolaborasi dengan ISI Padang Panjang untuk pentas seni bulanan
- Melibatkan sanggar seni lokal dalam pertunjukan mingguan
- Mengadakan festival budaya tahunan di PDIKM
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Pariwisata
Pembenahan PDIKM diharapkan memberikan dampak positif bagi berbagai pihak. Bagi masyarakat Padang Panjang, keberadaan PDIKM yang lebih baik akan meningkatkan kebanggaan terhadap budaya lokal dan membuka lapangan kerja baru, terutama bagi UMKM dan seniman. Bagi wisatawan, kenyamanan dan variasi aktivitas akan meningkatkan minat berkunjung, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatera Barat. Pemerintah daerah pun diuntungkan dengan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Namun, tantangan yang harus dihadapi antara lain pendanaan untuk perbaikan fasilitas, koordinasi antarinstansi, dan perubahan budaya pelayanan di kalangan petugas. Oleh karena itu, diperlukan komitmen kuat dari semua pihak agar instruksi Wali Kota dapat terealisasi tepat waktu. Kepala Dinas Pariwisata Padang Panjang, yang mendampingi peninjauan, menyatakan siap menjalankan arahan tersebut dan telah menyusun rencana aksi jangka pendek.
Kronologi Peninjauan
- Sabtu, 4 Juli 2026: Wako Hendri Arnis bersama rombongan melakukan peninjauan ke PDIKM.
- Pukul 09.00 WIB: Memeriksa kondisi gazebo, kolam, dan area parkir.
- Pukul 10.30 WIB: Berdiskusi dengan pengelola dan memberikan arahan terkait pelayanan dan jam operasional.
- Pukul 12.00 WIB: Mengunjungi area satwa dan ruko kosong, memberikan instruksi pengaktifan UMKM.
- Pukul 13.00 WIB: Menutup peninjauan dengan konferensi pers singkat.
Dengan serangkaian instruksi yang komprehensif, PDIKM diharapkan dapat segera bertransformasi menjadi destinasi wisata budaya yang tidak hanya informatif, tetapi juga rekreatif dan ekonomis. Wako Hendri Arnis menegaskan bahwa pembenahan ini harus dilakukan secara bertahap namun konsisten, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Padang Panjang, dengan PDIKM sebagai salah satu ikonnya, kini berada di ambang kebangkitan pariwisata budaya. Jika seluruh instruksi dijalankan dengan baik, bukan tidak mungkin PDIKM akan menjadi destinasi favorit bagi wisatawan domestik dan mancanegara, sekaligus menjadi contoh pengelolaan pusat kebudayaan yang berkelanjutan di Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










