Halte Rasuna Said Dikritik karena Atap Transparan yang Membuat Penumpang Terkena Terik Matahari
Suara Pecari, Jakarta – Halte TransJakarta di kawasan Rasuna Said mendapat sorotan dari warganet karena atapnya yang transparan menyebabkan penumpang terasa langsung terpapar terik matahari saat menunggu bus pada siang hari. Meskipun desain halte ini dianggap estetik, kenyamanan pengguna menjadi perhatian utama karena area tunggu menjadi sangat panas, terutama di musim kemarau.
Beberapa pengguna mengeluhkan kondisi halte yang meskipun terlindung dari hujan, tidak mampu memberikan perlindungan dari panas matahari. Kepala rute bus 6K yang melayani halte ini memiliki waktu tunggu hampir 30 menit, sehingga penumpang harus menunggu lama dalam kondisi panas yang tidak nyaman. Kritik dari masyarakat terutama menyoroti desain atap yang lebih mementingkan estetika tanpa mempertimbangkan iklim tropis Jakarta yang panas.
Respon Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespon keluhan tersebut dengan menjelaskan bahwa pemasangan pendingin udara (AC) di seluruh halte bukan solusi yang mudah karena akan menambah beban anggaran pemerintah. Ia menegaskan bahwa saat ini Jakarta sedang mengalami musim kemarau dengan suhu yang tinggi, sehingga kondisi panas di beberapa halte tidak dapat dihindari secara langsung.
Pramono juga menyampaikan bahwa banyak halte baru dibangun melalui kerja sama dengan pemegang hak penamaan (naming rights), sehingga skema pembiayaan harus diperhitungkan dengan matang. Ia berjanji akan memperbaiki bagian atap halte yang belum selesai dengan baik agar dapat memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang, terutama saat cuaca panas.
Perbaikan Atap Halte untuk Kenyamanan Penumpang
Menurut Pramono, beberapa halte yang baru dibangun memang belum sepenuhnya memenuhi standar kenyamanan, terutama pada bagian atap yang belum selesai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk melakukan perbaikan agar area tunggu menjadi lebih teduh dan nyaman. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketidaknyamanan penumpang akibat paparan langsung sinar matahari tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pemasangan AC di semua halte.
Konteks dan Pentingnya Kenyamanan di Fasilitas Publik
Kenyamanan di fasilitas transportasi publik menjadi hal penting untuk mendorong penggunaan moda transportasi massal. Halte yang nyaman dapat meningkatkan kepuasan penumpang dan mendukung upaya mengurangi kemacetan serta polusi udara di kota besar seperti Jakarta. Oleh karena itu, desain halte harus mempertimbangkan aspek fungsional selain estetika, terutama dalam menghadapi iklim tropis yang panas.
Perbaikan yang direncanakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi langkah positif untuk menyeimbangkan antara desain yang menarik dan kenyamanan pengguna. Masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat dari fasilitas yang lebih baik tanpa mengorbankan keindahan dan fungsi estetika.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










