Mentan Amran Kirim 200 Pompa ke Kalimantan untuk Padamkan Karhutla
Suara Pecari, Jakarta – Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah mengirimkan 200 unit pompa air ke empat provinsi di Kalimantan guna membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah melanda wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai respons cepat terhadap bencana yang juga terjadi di Sumatera.
Bantuan Pompa Air untuk Pemadaman Karhutla
Pompa air yang dikirim telah didistribusikan secara merata ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat, masing-masing menerima 50 unit. Menurut Amran, pompa-pompa ini langsung dikerahkan untuk membantu memadamkan api yang mengancam hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Penggunaan Pompa Setelah Pemadaman
Selain fungsi utama untuk pemadaman, Amran menegaskan bahwa pompa-pompa tersebut tidak akan berhenti digunakan setelah kebakaran berhasil dikendalikan. Alat-alat ini akan dialihfungsikan untuk mendukung irigasi bagi petani dan pekebun di daerah-daerah yang menerima bantuan tersebut, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian.
Pemantauan Dampak Kebakaran pada Sektor Pertanian
Menteri Amran juga berencana mengecek kondisi lahan pertanian dan perkebunan yang terdampak karhutla. Namun, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan signifikan di sektor tersebut. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelangsungan produksi pertanian di wilayah terdampak.
Kondisi Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah meninjau langsung lokasi kebakaran di Kalimantan Barat dan meminta penambahan peralatan serta personel untuk memperkuat upaya penanganan karhutla. Secara nasional, hingga 22 Agustus 2026, total lahan yang terbakar mencapai 64.341 hektare dengan 48.656 titik panas terdeteksi, di antaranya 7.872 titik api aktif yang masih dalam proses pemadaman.
Upaya Penanggulangan Karhutla
- Distribusi pompa air ke empat provinsi utama di Kalimantan.
- Peninjauan langsung oleh Presiden untuk evaluasi dan penguatan alat serta personel.
- Pengalihan fungsi pompa untuk irigasi setelah pemadaman selesai.
- Pemantauan berkala terhadap dampak kebakaran pada sektor pertanian dan perkebunan.
Upaya terpadu ini diharapkan dapat menekan kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan serta mendukung pemulihan ekonomi petani dan pekebun di wilayah terdampak.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










