Dukcapil Pulihkan Data Kependudukan Kelompok Rentan Pasca Gempa NTT

Dukcapil Pulihkan Data Kependudukan Kelompok Rentan Pasca Gempa NTT

Suara Pecari, Nusa Tenggara Timur – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri berhasil memulihkan lebih dari 11 ribu dokumen kependudukan bagi warga terdampak gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini menjadi bagian penting dari pemulihan pascabencana, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas yang sangat membutuhkan akses dokumen resmi.

Pelayanan Jemput Bola untuk Kelompok Rentan

<pSetelah gempa mengguncang Flores dan sekitarnya, banyak warga kehilangan dokumen kependudukan seperti KTP elektronik, kartu keluarga, dan akta kelahiran yang menjadi kunci akses bantuan sosial, layanan pendidikan, dan kesehatan. Menyadari kondisi ini, Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menegaskan prinsip untuk tidak menunggu warga datang ke kantor, tetapi menjangkau mereka langsung di lokasi pengungsian.

Enam tim tanggap bencana Dukcapil dikerahkan ke tujuh kabupaten terdampak, yaitu Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai, Ende, Ngada, Sikka, dan Manggarai Barat. Petugas membawa peralatan lengkap mulai dari alat rekam dan cetak KTP-el, blangko KTP-el, hingga perangkat Starlink agar layanan tetap berjalan meskipun terjadi pemutusan jaringan komunikasi.

Tantangan Lapangan dan Dedikasi Petugas

Petugas Dukcapil menghadapi berbagai tantangan, termasuk medan yang sulit dengan jalan berkelok dan rusak serta risiko gempa susulan. Di Manggarai Timur, misalnya, terdapat enam kali gempa susulan dalam beberapa hari. Meski demikian, pelayanan tetap dibuka dan petugas aktif mendatangi langsung warga di tenda pengungsian.

Data Pemulihan Dokumen dan Dampak Bagi Masyarakat

Lebih dari 11.225 dokumen berhasil dipulihkan dengan distribusi terbanyak di Manggarai Timur sebanyak 4.507 dokumen, termasuk 1.481 kartu keluarga, 981 KTP-el, dan 561 akta kelahiran. Kabupaten lain seperti Nagekeo-Ngada, Manggarai, Ende, Sikka, dan Manggarai Barat juga mencatat jumlah dokumen yang signifikan.

Bagi warga yang kehilangan rumah, dokumen ini bukan sekadar kertas; dokumen kependudukan adalah kunci untuk mendapatkan bantuan sosial, layanan kesehatan, dan pendidikan anak-anak. Pelayanan ini pun diberikan tanpa biaya untuk memastikan hak identitas warga tetap terjamin.

Apresiasi dan Perhatian pada Hak Kelompok Rentan

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan apresiasi atas respons cepat Dukcapil dalam menjangkau perempuan dan anak-anak yang terdampak. Psikolog dan pemerhati anak juga turun langsung untuk memastikan pemenuhan hak dasar warga di tengah situasi darurat.

Pentingnya Identitas dalam Pemulihan Pascabencana

Direktur Jenderal Dukcapil menegaskan bahwa identitas merupakan hak setiap warga negara yang harus dijaga keberadaannya, bahkan saat kondisi bencana. Pemulihan dokumen adalah bagian dari upaya memastikan setiap individu tetap diakui oleh negara dan dapat mengakses layanan penting di masa pemulihan.

Dengan semangat pelayanan dan dedikasi tinggi, Dukcapil menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana melibatkan tidak hanya rekonstruksi fisik, tetapi juga pemulihan hak-hak administratif yang esensial bagi masyarakat terdampak.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *