Puluhan Rumah Rusak Dihantam Badai di Aceh Tamiang, Warga Bersyukur Selamat

Puluhan Rumah Rusak Dihantam Badai di Aceh Tamiang, Warga Bersyukur Selamat

Suara Pecari, Aceh Tamiang – Puluhan rumah warga di Kabupaten Aceh Tamiang mengalami kerusakan akibat badai disertai hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Jumat malam, 28 Agustus 2026. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan atap rumah, dinding roboh, serta kerusakan fasilitas umum dan bangunan usaha di beberapa kecamatan.

Berdasarkan pendataan awal, kerusakan tersebar di beberapa desa di Kecamatan Karang Baru dan Kecamatan Kota Kualasimpang. Di Kecamatan Karang Baru, desa seperti Bundar, Air Tenang, Sukajadi, Kesehatan, Tanjung Karang, dan Tanah Terban mengalami berbagai tingkat kerusakan. Di Desa Bundar, beberapa warga seperti Ibu Ulis (58) dan Magono (49) mengalami kerusakan atap seng dan dinding rumah. Bangunan usaha Mie Gacoan juga mengalami kerusakan ringan.

Di Desa Air Tenang, beberapa hunian sementara dan huntara mengalami kerusakan atap dan kanopi. Desa Sukajadi, Kesehatan, dan Tanjung Karang juga terdampak dengan kerusakan rumah dan bangunan usaha. Selain kerusakan pemukiman, atap Kantor Bupati Aceh Tamiang di Karang Baru dilaporkan terbang diterpa angin kencang, sejumlah kafe rusak, serta tiang listrik dan pohon tumbang di berbagai lokasi.

Di Kecamatan Kota Kualasimpang, khususnya Desa Kota Lintang, badai menyebabkan kerusakan pada beberapa huntara dan rumah pribadi warga. Beberapa warga seperti M. Yunus (49), Arif Farah Dila (46), dan Asnawati (69) mengalami kerusakan atap seng terangkat pada huntara yang mereka tempati. Kerusakan rumah pribadi juga dialami oleh warga seperti Asrif, Kamariah (55), dan Fitriana (55).

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang, Imam Suhery, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa hingga Sabtu pagi, belum ada laporan rinci dari seluruh kecamatan mengenai kerusakan rumah secara menyeluruh. Namun, ia memastikan bahwa terjadi pohon tumbang di tujuh titik lokasi yang telah dibersihkan petugas BPBD untuk memastikan kelancaran akses jalan.

Bencana badai ini menjadi peringatan akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di wilayah Aceh Tamiang, mengingat potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan kerusakan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Warga yang terdampak bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meskipun kerusakan materiil cukup signifikan. Pemerintah daerah bersama BPBD terus memantau situasi dan menyiapkan bantuan bagi warga yang membutuhkan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *