Review Film Operasi Pesta Copet: Debut Edy Khemod dan Kisah Persahabatan di Balik Aksi Pencopetan Festival Musik

Review Film Operasi Pesta Copet: Debut Edy Khemod dan Kisah Persahabatan di Balik Aksi Pencopetan Festival Musik

Suara Pecari – Film Operasi Pesta Copet menandai debut sutradara Edy Khemod, yang sebelumnya dikenal sebagai musisi dan creative director di dunia musik. Film ini mengangkat kisah pencopetan di tengah festival musik Pestapora yang ramai, sekaligus menampilkan dinamika persahabatan dan tekanan ekonomi yang menggerakkan para tokohnya untuk nekat beraksi.

Film ini berfokus pada perjalanan Ijal dan kelompoknya yang mencoba menjalankan rencana pencopetan dalam festival musik besar. Namun, rencana mereka berantakan oleh berbagai situasi tak terduga yang memicu ketegangan sekaligus humor situasional. Penonton diajak merasakan ketegangan serta kekocakan saat aksi pencopetan berlangsung di tengah kerumunan ribuan pengunjung festival.

Aksi Pencopetan dalam Suasana Festival Musik

Operasi Pesta Copet mengambil latar festival musik Pestapora yang memang dikenal meriah dan penuh energi. Keramaian ini menjadi panggung utama bagi aksi pencopetan yang dipertontonkan dalam film. Adegan-adegan di festival ini diambil langsung saat Pestapora 2025, menambah kesan autentik dan hidup pada film. Pengambilan gambar langsung di tengah puluhan ribu penonton merupakan tantangan besar bagi tim produksi, terutama karena adegan-adegan tersebut tidak dapat diulang.

Debut Edy Khemod sebagai Sutradara

Edy Khemod yang selama ini dikenal di dunia musik sebagai drummer band Seringai dan show director, mengarahkan film ini dengan pendekatan yang menggabungkan drama persahabatan, komedi, dan genre heist. Bersama Rino Sarjono, ia menulis naskah yang mengangkat kisah sosial dan ekonomi di balik tindakan pencopetan. Film ini juga mendapat sentuhan dari produser ternama seperti Ernest Prakasa, Dipa Andika, dan Iqbaal Ramadhan.

Karakter dan Pemeran

Iqbaal Ramadhan memerankan Ijal, tokoh utama yang menghadapi dilema moral setelah di-PHK dan terpaksa melakukan pencopetan demi melunasi utang ibunya. Kristo Immanuel berperan sebagai Adut, sahabat Ijal yang turut terlibat dalam aksi. Pemeran lain seperti Zulfa Maharani, Kawai Labiba, dan Fauzan Lubis melengkapi kelompok copet ini dengan peran yang juga menyentuh aspek persahabatan dan konflik keluarga.

Unsur Komedi dan Drama yang Berimbang

Film ini berhasil menyeimbangkan unsur komedi natural dengan ketegangan aksi heist. Banyak kelucuan muncul dari situasi dan reaksi karakter ketika rencana mereka berantakan, tanpa harus mengandalkan lelucon berlebihan. Selain itu, film juga mengangkat tema persahabatan, tekanan ekonomi, dan kesenjangan sosial yang memberikan kedalaman emosional.

Detail Produksi dan Tantangan Syuting

Produksi film ini memakan waktu sekitar tiga tahun, dengan persiapan khusus untuk pengambilan gambar di festival yang berlangsung secara live. Persiapan dimulai sejak Pestapora 2024, dan syuting dilakukan saat Pestapora 2025. Edy Khemod menyatakan bahwa pengambilan gambar adegan terakhir di panggung menjadi tantangan besar karena waktu yang sangat terbatas dan tidak bisa diulang.

Film yang Menggambarkan Sisi Lain Festival Musik

Operasi Pesta Copet menghadirkan sudut pandang berbeda dari festival musik yang biasanya hanya identik dengan keseruan dan hiburan. Film ini mengungkap sisi gelap berupa kriminalitas pencopetan, sekaligus menampilkan realitas sosial yang memengaruhi kehidupan para karakter. Musik, budaya skena, dan istilah-istilah khas festival juga disajikan secara autentik, membuat film ini menarik terutama bagi penikmat dan pelaku dunia festival musik.

Dengan perpaduan cerita yang dekat dengan realitas sosial dan latar festival musik yang hidup, film ini layak menjadi tontonan yang menghibur sekaligus memberikan refleksi sosial. Operasi Pesta Copet mulai tayang di bioskop Indonesia sejak 27 Agustus 2026.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *