Australia Apresiasi Program Deradikalisasi Indonesia dan Soroti Radikalisasi di Dunia Gim Online
Suara Pecari, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Australia, Anthony Stephen Burke, menyatakan bahwa program deradikalisasi yang dijalankan Indonesia merupakan salah satu yang terbaik dan menjadi rujukan dunia. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers pada pertemuan ke-7 Sub-Regional Meeting on Counter-Terrorism and Transnational Security (SRM) di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026.
Program Deradikalisasi Indonesia Diakui Dunia
Burke mengungkapkan bahwa Australia memandang Indonesia sebagai mitra tepercaya dalam upaya deradikalisasi yang efektif. Program yang dijalankan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Indonesia ini fokus pada pemberian pemahaman dan penyuluhan kepada individu yang terpapar paham terorisme, termasuk mereka yang telah menjalani hukuman penjara.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Indonesia, Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa program deradikalisasi tersebut memberikan pemahaman dan pengertian kepada para mantan pelaku terorisme agar dapat kembali berintegrasi dengan masyarakat. Hal ini menjadi contoh yang diinginkan oleh banyak negara lain dalam pertemuan internasional tersebut.
Perubahan Pola Radikalisasi di Era Digital
Meski memberikan apresiasi, Burke juga menyoroti adanya perubahan pola radikalisasi yang semakin kompleks, terutama yang menyasar kalangan muda dan memanfaatkan internet sebagai media penyebaran ideologi ekstrem. Ia menyebut ruang obrolan yang terhubung dengan platform gim online sebagai salah satu media baru penyebaran radikalisasi.
Kelompok terorisme konvensional seperti Daesh atau ISIS masih dianggap menjadi ancaman serius. Namun, muncul kelompok baru dengan karakteristik lebih muda dan mengalami radikalisasi cepat melalui internet, yang menggabungkan berbagai ideologi kekerasan, bahkan yang tidak logis, seperti supremasi kulit putih.
Tantangan Deradikalisasi di Masa Depan
Burke menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini termasuk penanganan terhadap orang-orang yang telah menjalani hukuman penjara atau mantan anggota ekstremis yang kembali ke masyarakat atau negara asalnya. Ia menekankan pentingnya metode deradikalisasi yang adaptif dan belajar dari pengalaman Indonesia yang telah berjalan efektif selama ini.
Pengalaman Indonesia dalam menjalankan program ini dinilai sangat berharga dan layak dibagikan sebagai referensi kepada negara-negara lain yang menghadapi ancaman serupa.
Konteks dan Implikasi
Pernyataan Australia ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki pendekatan deradikalisasi yang berhasil dan diakui secara internasional. Dalam konteks global yang semakin kompleks dengan kemajuan teknologi dan internet, pola radikalisasi yang berubah menuntut pendekatan baru dalam penanganan dan pencegahannya.
Upaya deradikalisasi yang efektif dan adaptif menjadi kunci dalam meminimalkan ancaman terorisme dan radikalisasi yang dapat mengganggu keamanan nasional dan regional.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










