Gudang Pesantren di Banyuwangi Terbakar, Pria Misterius Terlihat Sebelum Api Membesar
Suara Pecari, Banyuwangi – Sebuah gudang peralatan marching band di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, terbakar pada Kamis malam, 22 Oktober 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp75 juta.
Kronologi Kejadian
<pSebelum kebakaran terjadi, seorang santriwati bernama NWA melihat seorang pria berpakaian serba hitam memasuki kelas yang berdampingan dengan gudang peralatan marching band. Pria tersebut kemudian terlihat masuk ke dalam gudang tersebut. Beberapa saat kemudian, santri lain yang berada di sekitar lokasi melihat api mulai berkobar di dalam gudang.
Saksi lainnya, SNA, segera melaporkan kejadian tersebut ke musala untuk meminta bantuan. Api yang semakin membesar memicu kedatangan banyak santri, warga sekitar, serta anggota Polsek Wongsorejo yang berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi tiba di lokasi.
Upaya Pemadaman dan Penyelidikan
Setelah sekitar 40 menit berjuang, api berhasil dipadamkan dengan bantuan petugas damkar. Polisi dari Polsek Wongsorejo langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan dan masih dalam tahap penyelidikan. Kehadiran pria misterius yang terlihat sebelum kebakaran menjadi salah satu fokus penyelidikan polisi.
Konsekuensi dan Dampak
Kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materiil yang cukup signifikan bagi pesantren. Gudang yang terbakar menyimpan peralatan marching band yang digunakan oleh para santri. Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi pengelola pesantren dan masyarakat sekitar untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan guna mencegah insiden serupa di masa depan.
Polisi menghimbau warga untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan pesantren maupun tempat umum agar kejadian serupa dapat dicegah atau segera ditangani.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










