Penari Asal Sumatera Penumpang KMP Batumandi Tiba di Banyuwangi, Siap Tampil di Gandrung Sewu

Suara Pecari, Banyuwangi – Rombongan penari asal Palembang dan Lampung yang menjadi penumpang KMP Batumandi yang terbakar di sekitar Pelabuhan Merak pada 20 Oktober 2026, telah tiba di Banyuwangi pada Kamis, 22 Oktober 2026. Mereka siap tampil dalam Festival Gandrung Sewu yang digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Penari Tetap Semangat Tampil Meski Mengalami Insiden

Meskipun mengalami kejadian kebakaran kapal yang membawa mereka, lima penari beserta pendampingnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Mereka disambut langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang mengapresiasi semangat dan dedikasi para penari tersebut.

Baca juga:

Ipuk menyampaikan rasa syukurnya atas keselamatan para penari dan pendamping, serta mengucapkan terima kasih kepada Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) yang mendampingi dan memfasilitasi perjalanan mereka hingga tiba di Banyuwangi.

Dukungan dari Pemerintah dan Ikawangi

Dalam insiden kebakaran kapal tersebut, sejumlah asesoris penting untuk pertunjukan Gandrung Sewu seperti kipas, selendang, dan dokumen pribadi penari ikut terbakar. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberikan bantuan dengan menyediakan asesoris pengganti serta membantu pengurusan dokumen pribadi yang hilang, termasuk KTP.

Penyerahan asesoris dan dokumen ini dilakukan pada pertemuan yang digelar di Lounge Pemkab Banyuwangi, sebagai bentuk dukungan agar para penari dapat tampil dengan optimal.

Kronologi Perjalanan dan Kebakaran Kapal

Ketua Ikawangi Sumatera Selatan, Suroso, menjelaskan bahwa terdapat delapan penari dari Palembang dan Lampung yang akan tampil di Gandrung Sewu. Lima orang dari rombongan ini berangkat bersama menggunakan mobil dan menumpang KMP Batumandi melalui perjalanan darat dan laut menuju Banyuwangi.

Namun saat kapal hampir berlabuh di Pelabuhan Merak, terjadi kebakaran yang menyebabkan mobil dan barang-barang milik penari terbakar. Beruntung seluruh penari dan pendamping selamat dari insiden tersebut.

Baca juga:

Meski sempat trauma dan mengalami cedera ringan, para penari sepakat untuk tetap melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi demi memenuhi komitmen tampil di Festival Gandrung Sewu.

Semangat dan Solidaritas yang Menguatkan

Semangat para penari yang tetap ingin tampil di tengah kondisi sulit ini mendapat apresiasi luas. Bupati Ipuk menyatakan salut atas dedikasi mereka dan menyebut bahwa dukungan solidaritas dari Ikawangi sangat membantu pemulihan dan kelancaran perjalanan para penari.

Selama berada di Banyuwangi, Pemkab akan terus mendukung kebutuhan para penari hingga acara selesai dan mereka dapat pulang dengan selamat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *