Faizal Muhlis Serap Aspirasi Warga Saroka, Infrastruktur Jadi Sorotan
Suara Pecari, Sumenep – Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Faizal Muhlis, kembali menunjukkan komitmennya sebagai wakil rakyat dengan menggelar kegiatan reses di Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, pada Selasa malam (7/7/2026). Acara yang berlangsung di balai desa tersebut dihadiri oleh puluhan warga, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan pemuda setempat. Dalam suasana hangat dan penuh dialog, warga menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan yang menjadi prioritas mereka, dengan infrastruktur menjadi sorotan utama.
Suara Warga Saroka: Infrastruktur Jalan dan Irigasi Mendesak
Dalam reses tersebut, warga Desa Saroka menyuarakan sejumlah permasalahan yang menghambat aktivitas ekonomi dan keseharian mereka. Aspirasi yang paling dominan adalah perbaikan infrastruktur jalan desa yang rusak parah. Jalan utama di beberapa dusun dikeluhkan berlubang dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Selain itu, saluran irigasi yang tidak terawat menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian tidak optimal, mengancam hasil panen petani setempat.
“Jalan di dusun kami sudah bertahun-tahun tidak diperbaiki. Kalau hujan, becek dan licin, susah dilalui kendaraan. Kami berharap Pak Faizal bisa memperjuangkan perbaikan jalan ini,” ujar Suryadi, salah satu warga yang hadir.
Tak hanya infrastruktur, warga juga menyoroti kebutuhan pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan keterampilan bagi pemuda dan bantuan modal usaha mikro. Pelayanan publik di bidang kesehatan dan pendidikan juga menjadi perhatian, dengan harapan adanya peningkatan akses dan kualitas.
Tanggapan Faizal Muhlis: Semua Aspirasi Akan Diperjuangkan
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Faizal Muhlis menyatakan bahwa seluruh aspirasi yang diterima akan diinventarisasi dan diperjuangkan di DPRD Kabupaten Sumenep. Ia menegaskan bahwa reses bukan sekadar formalitas, melainkan momentum strategis untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sehingga kebijakan yang diambil nantinya lebih tepat sasaran.
“Semua masukan dari masyarakat akan kami inventarisasi dan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan yang ada. Reses menjadi momentum untuk mendengar langsung kebutuhan warga sehingga kebijakan yang diambil nantinya lebih tepat sasaran,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan persoalan di lingkungan masing-masing. “Dengan komunikasi yang baik antara masyarakat dan wakil rakyat, diharapkan pembangunan di wilayah Dapil II Kabupaten Sumenep dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.
Kronologi Reses dan Agenda ke Depan
Berikut kronologi kegiatan reses Faizal Muhlis di Desa Saroka:
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 19.00 WIB | Pembukaan oleh perangkat desa |
| 19.15 WIB | Sambutan Faizal Muhlis |
| 19.30 WIB | Sesi tanya jawab dan penyampaian aspirasi |
| 21.00 WIB | Penutupan |
Ke depan, Faizal Muhlis berencana menggelar reses serupa di desa-desa lain di Dapil II untuk menjaring lebih banyak aspirasi. Ia juga akan membawa hasil reses ke forum rapat komisi dan paripurna di DPRD.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat Saroka
Reses yang digelar Faizal Muhlis memberikan dampak positif bagi warga Saroka. Pertama, warga merasa didengar dan memiliki saluran untuk menyampaikan keluhan. Kedua, aspirasi yang terkumpul menjadi data konkret bagi pemerintah daerah dalam menyusun prioritas pembangunan. Jika ditindaklanjuti, perbaikan infrastruktur jalan dan irigasi akan meningkatkan mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan pada akhirnya meningkatkan perekonomian desa.
Namun, tantangan tetap ada. Anggaran daerah yang terbatas seringkali menjadi kendala realisasi pembangunan. Oleh karena itu, Faizal Muhlis perlu melakukan advokasi yang kuat dan menjalin sinergi dengan eksekutif agar usulan warga tidak hanya menjadi catatan.
Penutup Naratif
Malam semakin larut, namun semangat warga Saroka untuk membangun desanya tak kunjung padam. Faizal Muhlis, dengan buku catatan di tangannya, mendengarkan satu per satu keluhan dan harapan mereka. Di balik sorotan lampu temaram balai desa, terlihat secercah optimisme. Masyarakat percaya bahwa suara mereka bukanlah angin lalu, melainkan bahan bakar bagi perubahan yang nyata. Reses ini bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan panjang mewujudkan Saroka yang lebih baik.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










