Pimpin Apel Gabungan, Dessy Minta ASN Utamakan Disiplin dan Pelayanan

Pimpin Apel Gabungan, Dessy Minta ASN Utamakan Disiplin dan Pelayanan

Suara Pecari, Pangkalpinang – Pemerintah Kota Pangkalpinang kembali menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan Pegawai Harian Lepas (PHL) melalui apel gabungan yang digelar pada Senin, 6 Juli 2026. Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, yang bertindak sebagai pembina apel, menyampaikan arahan tegas mengenai pentingnya kedisiplinan dan integritas dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Disiplin sebagai Fondasi Pelayanan Prima

Dalam sambutannya, Dessy menekankan bahwa ketepatan waktu bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan karakter dasar setiap aparatur. “Ketepatan waktu merupakan karakter dasar yang harus dimiliki setiap aparatur. Semakin tepat waktu, semakin banyak pekerjaan yang bisa kita selesaikan karena masih banyak tugas yang menunggu,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa disiplin merupakan bagian integral dari nilai dasar ASN BerAKHLAK yang harus diwujudkan dalam setiap aspek pekerjaan. “Disiplin tepat waktu penting untuk kita terapkan. Itu bagian dari karakter ASN yang harus terus dijaga,” katanya.

Lebih dari sekadar kehadiran fisik, disiplin mencakup kepatuhan terhadap prosedur, penyelesaian tugas tepat waktu, serta tanggung jawab terhadap hasil kerja. Dessy mencontohkan, keterlambatan dalam pelayanan administrasi dapat berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh ASN untuk menjadikan disiplin sebagai kebiasaan yang tidak bisa ditawar.

Integritas dan Semangat Kerja: Kunci Keberhasilan Program

Selain disiplin, Dessy juga menyoroti pentingnya integritas dan semangat kerja dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia mengajak seluruh ASN, PPPK, dan PHL untuk menjaga kekompakan agar target dan program pemerintah daerah dapat tercapai secara optimal. “Mari kita sama-sama semangat. Kalau tidak semangat, bekerja jadi asal-asalan. Padahal tugas utama kita melayani masyarakat. Program yang sudah direncanakan harus kita laksanakan dengan baik melalui kerja sama seluruh OPD,” ujarnya.

Semangat kerja yang tinggi dinilai mampu mendorong inovasi dan efisiensi dalam pelayanan publik. Tanpa semangat, Dessy khawatir akan muncul budaya kerja yang asal-asalan, yang pada akhirnya merugikan masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap program yang telah direncanakan harus dijalankan secara sungguh-sungguh, dengan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kronologi Apel Gabungan dan Konteks Kebijakan

Apel gabungan yang digelar di halaman Balai Kota Pangkalpinang ini dihadiri oleh ribuan pegawai dari berbagai OPD. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan pengibaran bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Setelah itu, Dessy memberikan arahan selama kurang lebih 30 menit. Acara ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Pangkalpinang dalam membangun budaya kerja yang profesional dan berorientasi pada pelayanan.

Sejak awal tahun 2026, Pemkot telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Penguatan Disiplin dan Etika Kerja ASN. Apel gabungan ini menjadi salah satu bentuk monitoring langsung dari pimpinan daerah. Sebelumnya, pada Maret 2026, Wali Kota Pangkalpinang juga telah meluncurkan program “Layanan Prima Tanpa Antre” yang membutuhkan disiplin tinggi dari para pegawai.

Dampak dan Implikasi bagi Pelayanan Publik

Penekanan pada disiplin dan integritas diharapkan membawa dampak positif bagi kualitas pelayanan publik di Pangkalpinang. Masyarakat selama ini kerap mengeluhkan lambatnya proses administrasi dan kurangnya keramahan petugas. Dengan adanya arahan tegas dari Wakil Wali Kota, diharapkan terjadi perbaikan signifikan dalam waktu dekat.

Seorang warga bernama Aulia menyampaikan harapannya, “Harapan kami pelayanan di kantor pemerintahan semakin baik, cepat, dan ramah sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.” Pernyataan ini mencerminkan ekspektasi publik yang tinggi terhadap birokrasi. Jika komitmen disiplin benar-benar dijalankan, maka Pangkalpinang bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal pelayanan publik.

Dari sisi internal, peningkatan disiplin juga dapat menekan angka pelanggaran etika dan meningkatkan produktivitas kerja. Berdasarkan data Inspektorat Kota Pangkalpinang tahun 2025, terdapat 15 kasus pelanggaran disiplin ringan dan 3 kasus sedang. Dengan adanya apel gabungan dan arahan langsung, diharapkan angka tersebut dapat menurun drastis.

Indikator2025Target 2026
Pelanggaran Disiplin Ringan15<5
Pelanggaran Disiplin Sedang30
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)78,5≥85

Langkah Strategis ke Depan

Untuk memastikan arahan tersebut tidak hanya menjadi seremonial, Pemkot Pangkalpinang berencana melakukan beberapa langkah strategis, antara lain:

  • Peningkatan pengawasan melalui sistem absensi digital yang terintegrasi dengan database kepegawaian.
  • Pemberian reward dan punishment yang transparan bagi pegawai berdasarkan catatan disiplin.
  • Pelatihan dan workshop tentang etika pelayanan publik bagi seluruh ASN, PPPK, dan PHL.
  • Evaluasi berkala setiap triwulan untuk mengukur efektivitas program.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan budaya disiplin tidak hanya menjadi slogan, melainkan benar-benar tertanam dalam keseharian aparatur.

Melalui apel gabungan ini, Dessy Ayutrisna telah memberikan pesan yang jelas: disiplin dan pelayanan adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Masyarakat Pangkalpinang pun menanti bukti nyata di lapangan. Apakah seruan ini akan berubah menjadi aksi atau sekadar rutinitas tahunan? Waktu yang akan menjawab, namun semangat perubahan sudah mulai terasa.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *