Percepat Pembangunan Infrastruktur, Pemkab Klungkung Jalin Sinergi Strategis dengan PT SMI dan Bank BPD Bali
Suara Pecari, Klungkung – Pemerintah Kabupaten Klungkung mengambil langkah berani dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan mengakselerasi program prioritas daerah. Pada Senin, 6 Juli 2026, Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama jajaran, melakukan penandatanganan Perjanjian Pinjaman Daerah serta Perjanjian Pengelolaan Debt Service Reserve Account (DSRA) dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan PT Bank BPD Bali. Acara yang berlangsung di ruang rapat PT SMI Lantai 48, Sahid Sudirman Center, Jakarta, ini menandai komitmen serius Pemkab Klungkung dalam mengelola keuangan daerah secara prudent dan transparan.
Nilai Pinjaman dan Skema Pembiayaan
Pinjaman daerah yang disepakati mencapai Rp50.600.000.000,- (lima puluh miliar enam ratus juta rupiah). Dana ini akan digunakan untuk kegiatan multi sektor, mencakup pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, irigasi, serta fasilitas publik lainnya. Skema pembiayaan melibatkan PT SMI sebagai pemberi pinjaman dan PT Bank BPD Bali sebagai pengelola DSRA, yang berfungsi sebagai cadangan pembayaran utang untuk memitigasi risiko fiskal.
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Nilai Pinjaman | Rp50.600.000.000 |
| Pemberi Pinjaman | PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) |
| Pengelola DSRA | PT Bank BPD Bali |
| Tujuan | Pembangunan infrastruktur multi sektor |
| Tanggal Penandatanganan | 6 Juli 2026 |
Apresiasi Bupati dan Komitmen Pemkab
Dalam sambutannya, Bupati Satria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT SMI atas persetujuan dukungan fasilitas pembiayaan infrastruktur daerah ini. “Fasilitas pembiayaan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud nyata kemitraan strategis yang ditujukan untuk meningkatkan ketahanan wilayah serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Klungkung,” ujarnya. Bupati menegaskan bahwa Pemkab Klungkung berkomitmen penuh mengelola dana ini dengan prinsip kehati-hatian (prudent), transparan, dan akuntabel. “Kami menyadari sepenuhnya bahwa fasilitas ini merupakan amanah besar,” tambahnya.
Mitigasi Risiko Fiskal Melalui DSRA
Perjanjian Pengelolaan DSRA bersama PT Bank BPD Bali menjadi instrumen penting dalam memastikan mitigasi risiko fiskal dan pemenuhan kewajiban daerah telah terencana dengan matang dan terukur. DSRA berfungsi sebagai dana cadangan yang dapat digunakan jika terjadi gagal bayar, sehingga memberikan jaminan kepada kreditur dan menjaga kredibilitas daerah di pasar keuangan. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab Klungkung dalam menjaga kesehatan fiskal daerah.
Bantuan CSR: Mobil Pick Up dan Mesin Pencacah Limbah Kayu
Selain dukungan pembiayaan, momentum ini juga menjadi ajang apresiasi atas kepedulian PT SMI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). PT SMI memberikan bantuan operasional berupa mobil pick up dan mesin pencacah limbah kayu yang ditujukan bagi Kabupaten Klungkung. Bantuan ini dinilai sangat berdampak positif, terutama bagi daerah kepulauan seperti Klungkung, untuk meningkatkan kecepatan penanganan pascabencana pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. “Peralatan ini tidak hanya akan memulihkan akses mobilitas masyarakat dengan cepat, tetapi juga sangat mendukung upaya pengelolaan lingkungan secara lebih berkelanjutan,” harap Bupati Satria.
Peran PT SMI sebagai Katalis Pembangunan
Direktur Pembiayaan Publik Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, menyampaikan bahwa PT SMI, sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan RI, senantiasa menjalankan perannya sebagai katalis dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. “Melalui kerja sama ini, PT SMI berkomitmen untuk terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di daerah,” ujarnya. Pinjaman daerah ini diharapkan dapat menjadi katalis dalam mendukung program-program pembangunan strategis di Kabupaten Klungkung, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat setempat. Faaris juga mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan baik dan menyebut Pemkab Klungkung sebagai pelopor pertama di tahun 2026 yang menjalin kerjasama dengan PT SMI.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat Klungkung
Pembiayaan ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi prioritas, seperti perbaikan jalan desa, pembangunan irigasi pertanian, dan fasilitas umum lainnya. Dengan infrastruktur yang lebih baik, mobilitas warga meningkat, biaya logistik turun, dan akses terhadap layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan menjadi lebih mudah. Selain itu, bantuan CSR berupa mobil pick up dan mesin pencacah kayu akan membantu penanganan bencana alam, terutama di daerah kepulauan yang rawan pohon tumbang. Dari segi fiskal, pengelolaan DSRA menunjukkan komitmen Pemkab dalam menjaga stabilitas keuangan, yang dapat meningkatkan kepercayaan investor dan lembaga keuangan lainnya.
Penutup
Sinergi antara Pemkab Klungkung, PT SMI, dan Bank BPD Bali ini menjadi contoh kolaborasi yang efektif antara pemerintah daerah, BUMN, dan perbankan dalam mendorong pembangunan. Dengan komitmen transparansi dan akuntabilitas, diharapkan dana pinjaman ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Bupati Satria menutup dengan harapan, “Semoga melalui kerjasama ini dapat terus terjalin dengan sebaik-baiknya demi mewujudkan pembangunan yang membawa manfaat nyata bagi terwujudnya Klungkung yang Mahottama.” Langkah ini menjadi awal yang baik bagi percepatan pembangunan infrastruktur di Klungkung, dan semoga dapat direplikasi oleh daerah lain di Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










