Komisi IX Minta Perencanaan Matang untuk Program Ambulans Udara Prabowo

Komisi IX Minta Perencanaan Matang untuk Program Ambulans Udara Prabowo

Suara Pecari – Komisi IX DPR RI menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam pelaksanaan program ambulans udara yang diinisiasi oleh Menteri Pertahanan sekaligus Presiden, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan mempercepat evakuasi masyarakat di wilayah terpencil yang sulit dijangkau layanan kesehatan.

Respons Komisi IX terhadap Rencana Ambulans Udara

Wakil Ketua Komisi IX, Charles Honoris, menyambut baik inisiatif pemerintah menyediakan layanan ambulans udara yang terdiri dari helikopter dan pesawat kecil yang dapat mendarat di berbagai permukaan seperti lapangan rumput dan pasir. Namun, ia mengingatkan agar kesiapan sarana kesehatan dan tenaga medis menjadi prioritas utama sebelum program ini diluncurkan.

“Perencanaan harus dilakukan dengan baik dan matang, termasuk kesiapan alat-alat kesehatan dan tenaga medisnya,” ujar Charles Honoris usai Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Tujuan Ambulans Udara dan Alasan Peluncuran

Prabowo Subianto dalam pidatonya mengungkapkan bahwa ambulans udara diperlukan untuk mengatasi kendala geografis dan infrastruktur yang menyebabkan keterlambatan akses ke fasilitas kesehatan. Ia mencontohkan kasus ibu-ibu yang meninggal saat melahirkan karena harus menempuh perjalanan 7 hingga 9 jam untuk mendapatkan pelayanan medis.

Selain ambulans udara, pemerintah juga merencanakan pembentukan tim dokter terbang untuk memberikan pertolongan cepat kepada warga dengan kondisi kritis maupun daerah terdampak bencana.

Pengawasan dan Evaluasi oleh DPR

Charles Honoris menyatakan bahwa wacana ambulans udara ini masih baru bagi Komisi IX dan belum pernah dibahas secara resmi dengan Kementerian Kesehatan. Oleh karena itu, DPR akan berperan aktif dalam mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan program agar berjalan sesuai tujuan dan tidak menimbulkan masalah baru.

“Peran DPR sangat penting dalam memastikan program dapat berjalan dengan baik melalui evaluasi dan kritik konstruktif,” jelas Charles.

Kesejahteraan Tenaga Kesehatan sebagai Prioritas

Selain kesiapan sarana dan prasarana, Charles juga mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan. Ia mengungkapkan adanya keluhan dari tenaga medis, khususnya ASN, terkait pemotongan tunjangan dan insentif bahkan hingga tujuh bulan tidak menerima pembayaran tersebut.

“Prioritas utama adalah memperbaiki kesejahteraan tenaga kesehatan dan medis. Jika hal ini sudah teratasi, layanan kesehatan bisa ditingkatkan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Konteks Layanan Ambulans Udara di Indonesia

Kendala geografis di Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dan daerah terpencil menjadi tantangan serius dalam pelayanan kesehatan. Ambulans udara diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan akses dan menyelamatkan nyawa masyarakat terutama dalam kondisi darurat.

Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung dan tenaga medis yang memadai di daerah tujuan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *