Menyelami Memori Musik dan Film: Pameran Kolaborasi Lokananta dan Miles Films Resmi Diperpanjang Hingga September 2026
Suara Pecari, Surabaya, 18 Juli 2026 – Kabar gembira bagi para pecinta film dan musik Indonesia. Pameran bertajuk “MUSIK MILES FILMS 30 Tahun Mendengar Terdengar” yang digelar di Galeri Lokananta, Surabaya, resmi diperpanjang hingga September 2026. Kolaborasi antara Galeri Lokananta dan Miles Films ini menawarkan pengalaman imersif yang memadukan arsip musik, memorabilia film, serta instalasi interaktif yang mengajak pengunjung menelusuri jejak kreatif selama tiga dekade.
Perjalanan 30 Tahun Miles Films dalam Bingkai Musik
Miles Films, rumah produksi yang telah melahirkan puluhan film ikonis seperti Ada Apa dengan Cinta?, Laskar Pelangi, dan Gie, memiliki hubungan erat dengan musik. Soundtrack-soundtrack dari film-film tersebut tidak hanya menjadi pengiring adegan, tetapi juga ikut membentuk identitas budaya pop Indonesia. Pameran ini menyajikan beragam arsip, mulai dari lembaran notasi musik, lirik lagu, hingga rekaman asli yang digunakan dalam proses produksi. Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana komposer dan sutradara bekerja sama menciptakan harmoni antara gambar dan suara.
Arsip dan Memorabilia yang Dipamerkan
Tak sekadar memajang koleksi, pameran ini juga menyuguhkan instalasi interaktif yang memungkinkan pengunjung merasakan proses kreatif di balik layar. Beberapa di antaranya adalah:
- Ruang Dengar: Pengunjung dapat mendengarkan soundtrack asli dari berbagai film Miles Films melalui headphone berkualitas tinggi.
- Kotak Musik: Instalasi yang menampilkan alat musik yang digunakan dalam rekaman, seperti piano, gitar, dan perkusi, lengkap dengan penjelasan perannya dalam setiap adegan.
- Kronologi Film: Timeline interaktif yang menampilkan 30 tahun perjalanan Miles Films, lengkap dengan cuplikan adegan dan musik pengiringnya.
Jadwal dan Tiket
Pameran dibuka setiap hari Selasa hingga Minggu, pukul 10.00 – 20.00 WIB. Tiket masuk dapat dibeli secara online maupun di lokasi. Berikut detail harga tiket:
| Kategori | Harga (Rp) | Keterangan |
|---|---|---|
| Dewasa | 50.000 | Termasuk akses ke semua instalasi |
| Pelajar/Mahasiswa | 30.000 | Dengan kartu identitas |
| Anak-anak (3-12 tahun) | 20.000 | Didampingi orang tua |
| Rombongan (min. 20 orang) | 25.000/orang | Pemesanan minimal 3 hari sebelumnya |
Pameran ini menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menyelami kekayaan budaya Indonesia. Tak heran jika antusiasme pengunjung sangat tinggi, terutama pada akhir pekan.
Dampak dan Implikasi bagi Industri Kreatif
Kolaborasi antara Lokananta dan Miles Films tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekosistem seni dan budaya di Indonesia. Beberapa implikasinya antara lain:
- Peningkatan Apresiasi Terhadap Arsip Musik: Pameran ini mendorong publik untuk lebih menghargai dokumentasi musik sebagai warisan budaya. Lokananta, sebagai pusat arsip musik tertua di Indonesia, mendapat sorotan positif atas perannya dalam melestarikan rekaman-rekaman bersejarah.
- Stimulasi Ekonomi Kreatif: Dengan diperpanjangnya pameran, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Surabaya mendapat dorongan. Hotel, restoran, dan transportasi lokal merasakan dampak positif dari kunjungan wisatawan.
- Inspirasi bagi Sineas Muda: Melalui instalasi interaktif, calon sineas dan komposer dapat mempelajari proses kreatif di balik film-film legendaris. Hal ini diharapkan memunculkan generasi baru pembuat film yang lebih sadar akan pentingnya musik dalam narasi.
Kronologi Peristiwa
Berikut adalah kronologi singkat perjalanan pameran ini:
- 20 Juni 2026: Pameran dibuka untuk umum di Galeri Lokananta, Surabaya.
- 15 Juli 2026: Antusiasme pengunjung melonjak, dengan lebih dari 10.000 pengunjung dalam sebulan pertama.
- 18 Juli 2026: Pengumuman resmi perpanjangan pameran hingga September 2026 melalui Instagram @lokanantabloc.
- September 2026: Rencana penutupan pameran, dengan kemungkinan tur ke kota-kota lain.
Testimoni Pengunjung
Salah seorang pengunjung, Fath, mengaku terkesan dengan konsep pameran yang dinilai berbeda dari pameran sebelumnya di Galeri Lokananta. “Bagus banget, pengalaman pameran yang berbeda ini. Semua dikemas dengan baik. Jadi pengalaman ke Galeri Lokananta juga beda dari yang sebelumnya bertema yang Dung Tak Jes. Setelah ini apalagi ya?” ujar Fath. Testimoni serupa juga disampaikan oleh Rina, pengunjung asal Malang, “Saya merasa seperti diajak masuk ke dalam proses kreatif film-film Miles. Instalasi interaktifnya membuat saya betah berlama-lama.”
Penutup: Lebih dari Sekadar Pameran
Kolaborasi antara Galeri Lokananta dan Miles Films telah membuktikan bahwa musik dan film adalah dua entitas yang tak terpisahkan. Pameran ini bukan sekadar memajang artefak, melainkan menciptakan ruang di mana kenangan, kreativitas, dan emosi bertemu. Dengan perpanjangan waktu hingga September, semakin banyak orang memiliki kesempatan untuk merasakan pengalaman unik ini. Bagi yang belum sempat, segera rencanakan kunjungan Anda ke Galeri Lokananta di Surabaya. Siapa tahu, Anda akan menemukan kembali potongan-potongan memori yang terpendam dalam alunan melodi dan bingkai cerita.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










