FPPI Suarakan Pemberdayaan Perempuan dan Edukasi Kesehatan Anak

FPPI Suarakan Pemberdayaan Perempuan dan Edukasi Kesehatan Anak

Suara Pecari, Surabaya – Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) DPC Kota Surabaya kembali menegaskan komitmennya sebagai ruang bagi perempuan untuk berkembang dan saling menguatkan. Melalui siaran Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Surabaya edisi Sabtu, 4 Juli 2026, FPPI membagikan fokus gerakannya dalam membangun potensi perempuan serta perlindungan terhadap anak. Wakil Ketua Umum (WKU) 1 FPPI DPC Kota Surabaya, Nissa Ahmad, menegaskan bahwa kehadiran forum ini dirancang khusus untuk membuka jalan bagi perempuan di Kota Pahlawan agar mampu mandiri dan berdampak.

Visi Besar FPPI: Wadah Perempuan Berdaya

“Forum ini sebagai wadah untuk perempuan berdaya, khususnya di Surabaya, untuk mengekspresikan potensi dalam dirinya agar bisa memberikan kebermanfaatan untuk perempuan dan anak-anak di bidang literasi, pendidikan, sosial, kesehatan, dan budaya,” ujar Nissa dalam dialog tersebut. FPPI tidak hanya menjadi organisasi yang bersifat seremonial, melainkan bergerak konkret di akar rumput. Program-program yang dijalankan meliputi pelatihan kewirausahaan, kelas literasi digital, serta pendampingan psikologis bagi ibu dan anak.

Dampak Nyata di Masyarakat Akar Rumput

Dampak nyata dari program-program FPPI turut dirasakan oleh masyarakat akar rumput. Dwi Wulan dan Rini, dua orang perwakilan wali murid TK dari Kelurahan Manyar Sabrangan yang turut hadir mendampingi, mengakui program edukasi yang diusung FPPI sangat relevan dengan tantangan zaman sekarang. Menurut mereka, keterlibatan dalam forum ini membuka cakrawala baru, terutama mengenai pola asuh anak di tengah gempuran teknologi. “Mengikuti program forum ini bisa menambah wawasan dalam parenting dan peran orang tua dalam melindungi anak di ruang digital,” ucap Wulan dan Rini kompak.

Edukasi Kesehatan Reproduksi: Deteksi Dini Kanker Serviks

Tidak hanya bergerak di bidang edukasi pola asuh, FPPI DPC Kota Surabaya juga aktif dalam memperhatikan isu-isu kesehatan krusial bagi perempuan. Tepat pada Sabtu, 4 Juli 2026, FPPI menggelar acara dialog kesehatan yang berkolaborasi dengan Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kenjeran. Agenda kali ini secara khusus mengangkat tema krusial bagi kaum hawa, yaitu “Deteksi Dini Kanker Serviks”. Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, setiap tahun terdapat lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks dengan angka kematian mencapai 21.000 jiwa.

Sinergi Multi Pihak untuk Jangkauan Lebih Luas

Melalui sinergi bersama RRI Surabaya dan berbagai mitra strategis, FPPI DPC Kota Surabaya berharap pesan-pesan pemberdayaan, literasi digital, hingga kesadaran kesehatan reproduksi dapat menjangkau lapisan masyarakat. Kolaborasi ini melibatkan tidak hanya pemerintah kota, tetapi juga rumah sakit, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal. Berikut adalah beberapa mitra yang telah bekerja sama dengan FPPI dalam program-program sebelumnya:

MitraBidang Kerja SamaProgram Unggulan
RRI SurabayaMedia dan PublikasiObrolan Komunitas, Talk Show Kesehatan
RS Mitra Keluarga KenjeranLayanan KesehatanDeteksi Dini Kanker Serviks, Vaksinasi HPV
Kelurahan Manyar SabranganPendampingan MasyarakatParenting Digital, Literasi Anak

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat

Kehadiran FPPI membawa dampak positif yang signifikan, terutama dalam tiga aspek:

  • Pemberdayaan Ekonomi: Perempuan yang mengikuti pelatihan kewirausahaan mampu membuka usaha kecil dan meningkatkan pendapatan keluarga.
  • Kesehatan Reproduksi: Melalui deteksi dini, angka kematian akibat kanker serviks dapat ditekan. FPPI menargetkan setidaknya 1.000 perempuan Surabaya menjalani skrining pada tahun 2026.
  • Literasi Digital: Orang tua lebih sadar akan bahaya konten negatif di internet dan mampu mendampingi anak dalam bermedia digital.

Implikasi jangka panjang, jika program ini terus berlanjut, diharapkan terbentuk generasi perempuan yang mandiri, sehat, dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya. Pemerintah Kota Surabaya pun menyambut baik inisiatif ini dan berencana mengintegrasikan program FPPI ke dalam kebijakan pemberdayaan perempuan tingkat kota.

Kronologi Peristiwa

Berikut kronologi kegiatan FPPI yang terkait dengan pemberitaan ini:

  • 4 Juli 2026: Siaran Obrolan Komunitas di RRI Surabaya, membahas pemberdayaan perempuan dan edukasi anak.
  • 4 Juli 2026: Dialog kesehatan deteksi dini kanker serviks di RS Mitra Keluarga Kenjeran.
  • 10 Juli 2026: Publikasi artikel ini sebagai bentuk diseminasi informasi ke publik.

FPPI DPC Kota Surabaya juga telah merencanakan serangkaian kegiatan lanjutan, seperti lokakarya literasi digital untuk ibu-ibu, serta kampanye vaksinasi HPV gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Semua kegiatan ini didanai melalui partisipasi anggota dan donasi dari mitra, tanpa membebani masyarakat.

Di tengah arus informasi yang deras dan tantangan global seperti pandemi digital, kehadiran forum seperti FPPI menjadi oase bagi perempuan Surabaya. Mereka tidak hanya mendapat ilmu, tetapi juga dukungan emosional dan jaringan sosial yang kuat. Dan tentunya dampak dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas demi mewujudkan perempuan dan anak Surabaya yang lebih sehat serta tangguh.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *