Ratusan Masyarakat Surabaya Antusias Hadiri Baksos Milad ke-24 LazisMU
Suara Pecari, Surabaya, Jawa Timur – Semarak Milad ke-24 Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah (LazisMU) Jawa Timur digelar dengan penuh antusiasme di kawasan Kampung Peneleh, Surabaya, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati lokasi acara untuk mengikuti rangkaian bakti sosial yang meliputi santunan anak yatim dan dhuafa, pengobatan gratis, serta pembagian 1.000 porsi bakso. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan wujud nyata komitmen LazisMU dalam memberdayakan umat dan menebar manfaat sosial.
Rangkaian Kegiatan Baksos Milad ke-24
Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini menyuguhkan berbagai layanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Berikut adalah daftar kegiatan utama yang diselenggarakan:
| No | Jenis Kegiatan | Deskripsi | Jumlah Penerima Manfaat |
|---|---|---|---|
| 1 | Santunan Anak Yatim dan Dhuafa | Pemberian paket sembako dan uang tunai | 200 orang |
| 2 | Pengobatan Gratis | Layanan kesehatan umum, cek tekanan darah, dan konsultasi | 150 orang |
| 3 | Pembagian Bakso 1.000 Porsi | Makanan gratis bagi warga sekitar | 1.000 porsi |
Ketua LazisMU Jawa Timur, Imam Hambali, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan organisasi selama 24 tahun. “Kita mengadakan kegiatan bakti sosial, santunan untuk anak yatim, untuk fakir miskin, pemberian kesehatan gratis, juga bakso seribu porsi,” ujarnya saat ditemui di lokasi. Ia menambahkan, LazisMU berkomitmen untuk terus melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan semangat Muhammadiyah dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
Antusiasme Warga Kampung Peneleh
Kampung Peneleh, yang dikenal sebagai kawasan bersejarah di Surabaya, menjadi saksi betapa besarnya animo masyarakat terhadap kegiatan ini. Sejak pukul 07.00 WIB, warga sudah mulai berdatangan dan mengantre untuk mendapatkan layanan kesehatan dan santunan. Muhammad Maulana, salah satu penerima bingkisan, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah tadi dapat sembako sama uang tunai. Terima kasih LazisMU,” ucapnya dengan wajah sumringah. Ia berharap LazisMU semakin sukses dan terus menebar manfaat bagi yang membutuhkan.
Selain warga setempat, acara ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat dan perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya. Kehadiran mereka menambah semarak acara dan menunjukkan sinergi antara LazisMU dengan elemen masyarakat lainnya.
Dampak Sosial dan Implikasi bagi Masyarakat
Kegiatan bakti sosial seperti ini memiliki dampak yang signifikan, terutama bagi masyarakat kurang mampu di perkotaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, angka kemiskinan di Kota Surabaya masih sekitar 4,5%, yang berarti masih ada puluhan ribu warga yang rentan secara ekonomi. Acara seperti ini membantu meringankan beban mereka, setidaknya dalam jangka pendek.
Lebih dari itu, LazisMU juga mengajak masyarakat untuk membiasakan budaya memberi. Imam Hambali menekankan, “LazisMU memberikan satu semangat, melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, dan kami juga mengajak kepada masyarakat, ayo biasakan budaya memberi.” Ajakan ini relevan di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya solidaritas sosial, terutama pasca-pandemi yang masih meninggalkan dampak ekonomi.
Dari segi kesehatan, layanan pengobatan gratis memberikan akses bagi warga yang mungkin tidak mampu memeriksakan kesehatan secara rutin. Deteksi dini penyakit seperti hipertensi dan diabetes dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Semarak Milad di Seluruh Jawa Timur
Perayaan Milad ke-24 LazisMU tidak hanya berlangsung di Surabaya, melainkan juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh LazisMU di tingkat kabupaten/kota se-Jawa Timur. Masing-masing daerah menggelar kegiatan dengan konsep yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Berikut adalah beberapa contoh kegiatan yang dilaporkan:
- LazisMU Kabupaten Malang: Mengadakan pasar murah sembako dan khitanan massal.
- LazisMU Kota Kediri: Membagikan paket alat tulis dan beasiswa untuk pelajar kurang mampu.
- LazisMU Kabupaten Jember: Menggelar pengobatan gratis dan donor darah.
- LazisMU Kabupaten Banyuwangi: Menyelenggarakan lomba mewarnai dan santunan bagi anak yatim.
Kegiatan serentak ini menunjukkan kekuatan jaringan LazisMU yang tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dengan total penerima manfaat yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang, Milad ke-24 ini menjadi momentum untuk memperkuat peran LazisMU sebagai lembaga zakat yang terpercaya dan dekat dengan umat.
Kronologi Acara
Berikut adalah kronologi singkat pelaksanaan acara di Kampung Peneleh:
- 07.00 WIB: Panitia mulai menyiapkan lokasi dan perlengkapan.
- 08.00 WIB: Pembukaan acara oleh Ketua LazisMU Jatim, dilanjutkan sambutan dan doa.
- 08.30 WIB: Layanan pengobatan gratis dan pembagian nomor antrean santunan dimulai.
- 10.00 WIB: Pembagian bakso 1.000 porsi secara simbolis kepada warga.
- 11.00 WIB: Penyerahan santunan secara simbolis kepada perwakilan penerima.
- 12.00 WIB: Acara selesai, panitia melakukan evaluasi dan pembersihan lokasi.
Kegiatan berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antara panitia, relawan, dan aparat keamanan setempat. Tidak ada insiden yang berarti selama acara berlangsung.
Penutup
Milad ke-24 LazisMU bukanlah sekadar seremoni, melainkan sebuah gerakan nyata yang menghidupkan nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan. Dari Kampung Peneleh hingga ke seluruh penjuru Jawa Timur, semangat berbagi terus ditiupkan, mengingatkan kita bahwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota, masih ada ruang untuk saling mengulurkan tangan. Semoga langkah kecil ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus menebar kebaikan, karena sejatinya, keberkahan datang dari apa yang kita berikan, bukan dari apa yang kita kumpulkan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










