Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2027 Ditentukan di Antara 5,8 hingga 6,5 Persen
Suara Pecari | Pemerintah Indonesia mulai merumuskan kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun 2027 dengan target pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan berkisar antara 5,8 hingga 6,5 persen. Hal ini disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato resminya di Gedung DPR RI, Jakarta.
Prabowo menegaskan bahwa APBN bukan hanya sekadar dokumen fiskal, melainkan merupakan alat vital bagi negara dalam menjaga stabilitas perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Di tengah kondisi ekonomi global yang masih menghadapi tantangan, pemerintah menetapkan sejumlah asumsi ekonomi makro yang akan menjadi landasan dalam penyusunan APBN 2027.
Presiden menegaskan bahwa APBN harus dipahami sebagai instrumen perjuangan negara untuk menjalankan amanat konstitusi. Ia menambahkan, setiap rupiah dalam APBN dirancang untuk melindungi rakyat dan memperkokoh fondasi ekonomi nasional. “Saya telah disumpah di hadapan rakyat. Tugas saya menjalankan UUD 1945 dan bertanggung jawab melindungi segenap tumpah darah Indonesia serta memajukan kesejahteraan rakyat,” ungkap Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menyatakan bahwa APBN tidak boleh dianggap hanya sebagai catatan penerimaan dan pengeluaran negara. Sebaliknya, APBN harus menjadi instrumen strategis yang memastikan pembangunan berjalan sejalan dengan cita-cita kesejahteraan nasional. “APBN adalah alat perjuangan bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, memperkokoh sendi ekonomi bangsa, dan memastikan setiap warga negara hidup lebih sejahtera,” tegasnya.
Pemerintah menyusun APBN 2027 sebagai bentuk komitmen dalam menerjemahkan amanat konstitusi ke dalam kebijakan konkret. APBN diharapkan dapat menjadi jembatan antara target pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Dalam rincian postur APBN 2027, pemerintah mencatat pendapatan negara diperkirakan mencapai 11,82 hingga 12,40 persen dari PDB, sedangkan belanja negara diperkirakan berada di kisaran 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB. Defisit anggaran diproyeksikan antara 1,80 hingga 2,40 persen dari PDB.
Asumsi dasar ekonomi makro untuk tahun 2027 mencakup pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan antara 5,8 hingga 6,5 persen, inflasi yang diperkirakan berkisar 1,5 hingga 3,5 persen, dan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun yang diprediksi berada di antara 6,5 hingga 7,3 persen. Selain itu, nilai tukar rupiah diperkirakan akan berada dalam rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS, dengan harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan mencapai USD70 hingga 95 per barel.
Untuk sektor energi, lifting minyak mentah ditargetkan antara 602 hingga 615 ribu barel per hari, sementara lifting gas bumi ditargetkan antara 934 hingga 977 ribu barel setara minyak per hari. Target pembangunan untuk tahun 2027 juga mencakup penurunan tingkat kemiskinan menjadi 6,0 hingga 6,5 persen, tingkat pengangguran terbuka di kisaran 4,30 hingga 4,87 persen, serta rasio gini yang diharapkan berada antara 0,362 hingga 0,367.
Dengan berbagai asumsi ekonomi ini, pemerintah berharap dapat mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam upaya ini, APBN 2027 diharapkan dapat menjadi pendorong utama dalam mencapai kesejahteraan nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












