Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS pada 20 Mei 2026
Suara Pecari |
Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu, 20 Mei 2026, dengan penurunan sebesar 37 poin atau 0,21% menjadi Rp17.743 per dolar AS. Meskipun demikian, rupiah sempat berbalik arah dan menguat kembali menjadi Rp17.705 pada pukul 10.33 WIB. Pengamat ekonomi, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pergerakan ini menunjukkan fluktuasi yang biasa terjadi pada mata uang. Diperkirakan, nilai tukar rupiah akan berfluktuasi sepanjang hari dan bisa ditutup di rentang Rp17.700 hingga Rp17.750 per dolar AS. Berdasarkan data TradingView, rupiah ditutup melemah sebesar 0,22% pada perdagangan sebelumnya, yaitu Rp17.700 per dolar AS. Pelemahan ini sejalan dengan depresiasi mayoritas mata uang di Asia, seperti yen Jepang dan yuan China. Tensi geopolitik global yang sedikit mereda menjadi faktor yang mempengaruhi pergerakan ini. Namun, tekanan dari dalam negeri, seperti ketergantungan pada komoditas pangan impor, tetap membayangi stabilitas rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa tekanan jual di pasar surat berharga negara (SBN) saat ini masih dalam kondisi terkendali. Beliau menegaskan bahwa intervensi di pasar obligasi diperlukan untuk menjaga stabilitas harga. Meskipun ada arus modal keluar dari pasar SBN, Purbaya optimis bahwa kondisi akan membaik dengan adanya langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah. Pada waktu yang sama, kurs dolar AS di beberapa bank seperti BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI menunjukkan harga beli yang bervariasi, dengan BCA menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.700. Ketidakpastian di pasar global dan domestik ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih mencermati perkembangan lebih lanjut, terutama menjelang hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan datang. Keputusan suku bunga yang mungkin diambil oleh Bank Indonesia juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap nilai tukar rupiah. Dengan berbagai faktor yang saling mempengaruhi, kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari ini menunjukkan dinamika yang cukup kompleks dan membutuhkan perhatian dari semua pihak yang terlibat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












