Kemendag: Program SRC Meningkatkan Kelas Toko Kelontong di Indonesia
Suara Pecari | Kementerian Perdagangan mengungkapkan bahwa sektor konsumsi rumah tangga masih menjadi pilar utama dalam perekonomian nasional, menyumbang 54,36 persen dari total ekonomi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan, dalam acara ulang tahun PT SRC di Jakarta.
Iqbal menjelaskan bahwa sektor ritel, baik modern maupun tradisional, berperan signifikan dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat. Ia menekankan bahwa kontribusi besar dari konsumsi rumah tangga mencakup ritel tradisional yang diwakili oleh toko kelontong.
Program pembinaan yang diimplementasikan oleh SRC selama 18 tahun terakhir berhasil mendorong perkembangan toko kelontong. “SRC tidak hanya mempercepat tetapi juga meningkatkan skala usaha mereka,” ungkap Iqbal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa SRC memberikan dukungan kepada toko kelontong melalui berbagai program, termasuk penataan toko, manajemen keuangan, dan distribusi barang. Langkah-langkah ini membantu para pelaku usaha untuk mendapatkan harga barang yang lebih kompetitif, sehingga meningkatkan margin keuntungan mereka.
Data menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen toko kelontong yang dibina SRC kini telah memperluas usaha mereka dengan menambah lini bisnis, seperti warung makan, penjualan token listrik, dan layanan pulsa.
Direktur Utama PT SRC Indonesia Sembilan, Romulus Sutanto, menambahkan bahwa program pendampingan bagi UMKM terus memberikan dampak positif yang nyata. Menurut riset Kompas Gramedia, toko yang berafiliasi dengan SRC mengalami peningkatan omzet mencapai 42 persen pada tahun 2023.
Romulus juga mencatat bahwa kenaikan omzet tersebut terus berlanjut meskipun terdapat dinamika dalam ekonomi nasional. Selama tiga tahun terakhir, omzet toko yang bernaung di bawah SRC meningkat sebesar 27,5 persen.
SRC juga mengapresiasi keberhasilan program “Pojok Lokal” yang berfungsi sebagai etalase produk UMKM di jaringan toko SRC. Omzet dari program ini melonjak hingga 128 persen, dari Rp5,65 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp12,9 triliun pada tahun 2026.
Untuk memperkuat ekosistem UMKM, SRC menjalin kerja sama strategis dengan BUMN dan mitra usaha, termasuk BRI, Pos Indonesia, Telkomsel, dan Pertamina Patra Niaga. Secara keseluruhan, SRC mengklaim bahwa ekosistem usaha yang dibangunnya berkontribusi sekitar Rp251 triliun per tahun, setara dengan 9,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) sektor ritel nasional pada tahun 2025.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












