Wamendag Roro Pacu Perluasan Akses Pasar Global Produk Halal
Suara Pecari | Kabupaten Tangerang – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong perluasan akses pasar global bagi produk halal Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan potensi industri halal nasional yang terus berkembang.
Roro mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus membuka akses pasar melalui kerja sama dan perjanjian dagang. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas peluang ekspor bagi pelaku usaha Indonesia.
Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, Indonesia harus menjadi negara yang tangguh (resilient). Oleh karena itu, Kemendag terus berupaya membuka akses pasar melalui kerja sama dan perjanjian dagang dengan berbagai negara agar peluang ekspor bagi pelaku usaha Indonesia makin luas.
Pemerintah juga mendorong pembukaan pasar baru di berbagai kawasan potensial dunia. Kawasan tersebut meliputi Amerika Latin, Afrika, Amerika Utara, dan sejumlah wilayah lainnya.
Roro menjelaskan potensi ekonomi halal dunia terus menunjukkan tren peningkatan. Nilai pasar halal dunia diperkirakan mencapai USD3,2 triliun pada 2025.
Pemerintah menilai peluang tersebut perlu dimanfaatkan melalui penguatan daya saing produk nasional. Upaya tersebut juga dilakukan dengan meningkatkan ekspor produk halal Indonesia.
Data Kemendag menunjukkan ekspor produk halal Indonesia mencapai USD63,42 miliar sepanjang 2025. Sementara impor produk halal tercatat sebesar USD12,24 miliar pada periode yang sama.
Kondisi tersebut menghasilkan surplus perdagangan produk halal sebesar USD51,17 miliar. Pemerintah berharap capaian ekspor produk halal terus meningkat pada masa mendatang.
Meski neraca perdagangan produk halal kita sudah mencatatkan surplus yang positif, kami berharap capaian ekspor tersebut dapat terus meningkat. Sehingga produk halal Indonesia makin mendominasi pasar global.
Kemendag terus memperkuat berbagai instrumen fasilitasi perdagangan untuk mendukung peningkatan ekspor. Salah satunya melalui program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BISA Ekspor.
Pada Januari hingga April 2026, program tersebut mencatat 278 kegiatan perdagangan. Kegiatan itu melibatkan 552 pelaku usaha dengan transaksi mencapai USD107,34 juta.
Kemendag juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan platform Inaexport sebagai etalase produk Indonesia. Platform tersebut digunakan untuk memperkenalkan produk nasional kepada calon pembeli internasional.
Pelaku usaha juga dapat memperoleh pendampingan melalui jaringan Export Center Kemendag. Layanan tersebut saat ini tersedia di Surabaya, Makassar, Batam, dan Balikpapan.
Roro turut mengundang pelaku usaha mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pameran tersebut akan berlangsung pada 14 hingga 18 Oktober 2026.
Kami ingin makin banyak produk halal Indonesia tampil di panggung internasional. Melalui TEI dan berbagai program fasilitasi ekspor lainnya, kami berharap produk-produk unggulan Indonesia makin dikenal dan dipercaya oleh pasar dunia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












