Pembangunan Jembatan Bengtemoran Blega Dimulai dengan Pembongkaran

Pembangunan Jembatan Bengtemoran Blega Dimulai dengan Pembongkaran

Progres Pembangunan Jembatan Bengtemoran Blega: Dimulai dengan Pembongkaran

Suara Pecari, Bangkalan – Progres pembangunan Jembatan Kampung Bengtemoran, Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan terus berlanjut dalam rangka Karya Bhakti TNI AD di wilayah Madura. Pada Kamis, 9 Juli 2026, personel Koramil Blega bersama masyarakat melaksanakan penghancuran beton jembatan lama sebagai tahapan awal pembangunan jembatan baru. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.

Danramil Blega Kapten Inf Sutejo mengatakan, pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan masyarakat. “Melalui Karya Bhakti TNI AD di wilayah Madura, kami berupaya menghadirkan infrastruktur yang lebih layak dan aman bagi masyarakat. Semangat kebersamaan antara TNI dan warga menjadi modal utama agar pembangunan ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi mobilitas serta peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Latar Belakang Pembangunan Jembatan

Jembatan Kampung Bengtemoran merupakan akses vital bagi warga Desa Blega dan sekitarnya. Selama bertahun-tahun, jembatan lama kondisinya memprihatinkan: struktur beton mulai retak, lebar terbatas, dan tidak mampu menahan beban kendaraan besar. Akibatnya, mobilitas warga terhambat, terutama saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat. Para petani kesulitan mengangkut hasil panen, dan anak-anak harus menempuh jalan memutar untuk ke sekolah.

Kepala Desa Blega, Bapak Rudi Hartono, mengungkapkan bahwa usulan pembangunan jembatan baru sudah diajukan sejak tahun 2023. “Kami sangat berterima kasih kepada TNI AD yang merespons kebutuhan kami. Jembatan baru ini akan menjadi nadi perekonomian desa,” katanya.

Kronologi Pembongkaran Jembatan Lama

Proses pembongkaran dimulai pukul 08.00 WIB dengan pengamanan dari personel Koramil dan Polsek Blega. Berikut tahapannya:

WaktuKegiatanKeterangan
07.30Apel dan briefingDipimpin Danramil, melibatkan 25 personel TNI dan 30 warga
08.00Pembongkaran betonMenggunakan palu godam dan bor beton manual
12.00Istirahat dan makan siangWarga setempat menyediakan makanan
13.00Lanjut pembongkaranFokus pada bagian tiang penyangga
16.30Pembersihan areaReruntuhan diangkut ke tempat pembuangan sementara

Dampak dan Implikasi Pembangunan

Pembangunan jembatan baru diharapkan membawa dampak positif yang signifikan:

  • Mobilitas Warga: Jembatan baru akan lebih lebar (6 meter) dan kokoh, mampu dilalui kendaraan roda empat. Waktu tempuh ke pusat kecamatan yang sebelumnya 30 menit via jalan memutar dipangkas menjadi 10 menit.
  • Perekonomian: Petani dapat mengangkut hasil bumi seperti padi dan jagung langsung ke pasar tanpa hambatan. Harga jual di tingkat petani diperkirakan naik 15-20% karena biaya transportasi turun.
  • Akses Pendidikan dan Kesehatan: Anak-anak sekolah tidak perlu lagi berjalan jauh atau menyeberang sungai berbahaya. Ambulans dan kendaraan darurat bisa melintas lebih cepat.
  • Gotong Royong: Keterlibatan warga dalam setiap tahap pembangunan memperkuat rasa memiliki dan solidaritas. Program ini juga menjadi model sinergi TNI-rakyat di daerah lain.

Kapten Inf Sutejo menambahkan, “Kami berharap jembatan ini tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi juga simbol kebersamaan TNI dan rakyat. Semangat gotong royong harus terus dipelihara.”

Proyeksi Ke Depan

Pembangunan jembatan baru diperkirakan rampung dalam waktu 3 bulan, dengan target akhir September 2026. Material utama menggunakan beton bertulang dengan spesifikasi tahan gempa. Anggaran bersumber dari dana Karya Bhakti TNI AD yang dialokasikan khusus untuk percepatan pembangunan di Madura. Setelah jembatan selesai, akan dilanjutkan dengan perbaikan jalan akses sepanjang 2 km.

Warga setempat, seperti Pak Samsul (45), seorang petani, menyambut antusias. “Kami sudah lama menunggu. Dengan jembatan baru, hasil pertanian kami tidak lagi busuk di jalan. Terima kasih TNI,” ujarnya haru.

Pembangunan Jembatan Kampung Bengtemoran adalah bukti nyata bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan. Melalui Karya Bhakti, nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial terus dirawat. Jembatan ini bukan sekadar struktur beton, melainkan jembatan penghubung antara harapan dan realitas, antara kesulitan dan kemudahan. Dengan semangat kebersamaan, Desa Blega melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *