Purbaya Yudhi Sadewa Geram: Laporin Oknum Paksa Bayar Dolar, Saya Hajar Dia!

Purbaya Yudhi Sadewa Geram: Laporin Oknum Paksa Bayar Dolar, Saya Hajar Dia!

Suara Pecari | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (6/6/2026) setelah menerima laporan adanya penumpukan ribuan kontainer impor. Dalam sidak tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa menemukan bahwa sekitar 3.100 kontainer menumpuk di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara, dengan dokumen yang belum terselesaikan mencapai 3.000 surat. Ia menyatakan langkah percepatan telah dilakukan sehingga jumlah kontainer menurun dari 3.000 menjadi 2.500.

Selain membahas penumpukan kontainer, Purbaya Yudhi Sadewa juga menanggapi keluhan pelaku usaha yang masih diminta membayar layanan pelabuhan menggunakan dolar AS. Dengan nada tegas, ia menegaskan bahwa seluruh transaksi di pelabuhan harus menggunakan rupiah sesuai ketentuan hukum Indonesia. “Semua rupiah,” kata Purbaya. “Laporin ke saya (jika ada yang bayar pakai dolar), nanti saya hajar dia.” Ia meminta dunia usaha segera melapor jika menemukan praktik penyelewengan tersebut.

Sementara itu, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa juga membantah bahwa pelemahan rupiah dan IHSG merupakan sinyal menuju krisis seperti 1997-1998. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, dengan APBN yang sehat dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah yang tetap positif. “Kita tidak sedang menuju keadaan seperti 1997-1998 lagi. Fiskal kita baik, ekonominya bagus,” ujarnya. Ia menilai pelemahan mata uang lebih dipicu oleh sentimen negatif jangka pendek yang tidak sesuai dengan kondisi fundamental.

Purbaya mengungkapkan bahwa realisasi belanja negara hingga Mei 2026 mencapai Rp1.365,4 triliun atau tumbuh 34,4 persen dibandingkan tahun lalu. Ia optimistis kondisi ekonomi dapat diatasi melalui koordinasi yang erat antara pemerintah, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia. Bahkan, rumor mengenai mundurnya Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatannya telah dibantah oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang menegaskan bahwa tidak ada rencana pergantian dan fokus saat ini adalah memperkuat sinergi kebijakan ekonomi.

Kesimpulannya, Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan komitmennya dalam menyelesaikan masalah penumpukan kontainer, menindak tegas pelanggaran transaksi dolar, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan investor dan memperkuat fundamental ekonomi Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan