Dolar AS Naik Tajam, Rupiah Kembali Anjlok ke Posisi Rp18.149
Suara Pecari | Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan berat pada awal pekan ini. Fenomena Dolar AS Naik Tajam Rupiah Kembali Anjlok ke Posisi Rp18 149 LPP RRI menjadi sorotan utama di pasar keuangan domestik. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 10.00 WIB, rupiah tercatat melemah 0,63 persen atau 113 poin, sehingga berada di level Rp18.149 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi setelah sebelumnya pada Jumat (5 Juni 2026) rupiah sempat menguat tipis 0,07 persen ke Rp18.036.
Analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah sudah diprediksi sebelumnya. “Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang menguat tajam,” ujarnya. Dolar AS Naik Tajam Rupiah Kembali Anjlok ke Posisi Rp18 149 LPP RRI didorong oleh rilis data pekerjaan Amerika Serikat yang jauh melampaui ekspektasi. Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan penambahan 172.000 pekerjaan baru non-pertanian (non-farm payrolls) pada Mei 2026, sementara pasar hanya memperkirakan 85.000.
Selain faktor data ekonomi AS, ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperkuat dolar AS dan menekan rupiah. Konflik antara AS dan Iran, serta agresi Israel ke Lebanon, mendorong harga minyak mentah dunia naik signifikan. Harga minyak Brent saat ini berada di sekitar USD95,49 per barel, sementara minyak WTI naik ke USD92,70 per barel. Kenaikan harga minyak ini meningkatkan tekanan inflasi global dan memperkuat permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.
Lukman Leong memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS dalam waktu dekat. Namun, sentimen negatif masih membayangi. “Indeks dolar AS sudah berada di level 100, menunjukkan penguatan yang solid,” tambahnya. Dolar AS Naik Tajam Rupiah Kembali Anjlok ke Posisi Rp18 149 LPP RRI menjadi pengingat akan volatilitas pasar yang tinggi di tengah ketidakpastian global.
Pelemahan rupiah ini berdampak langsung pada berbagai sektor, terutama impor dan utang luar negeri. Pelaku usaha diimbau untuk melakukan lindung nilai (hedging) guna mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar. Sementara itu, Bank Indonesia diprediksi akan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas rupiah.
Kesimpulannya, Dolar AS Naik Tajam Rupiah Kembali Anjlok ke Posisi Rp18 149 LPP RRI merupakan cerminan dari kombinasi faktor eksternal yang kuat, yaitu data tenaga kerja AS yang positif dan ketegangan geopolitik. Investor dan masyarakat perlu waspada terhadap pergerakan rupiah ke depan, seiring dengan potensi kenaikan suku bunga acuan AS dan eskalasi konflik di Timur Tengah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












