Ketua DEN Laporkan Situasi Ekonomi Nasional ke Presiden Prabowo, Bahas BI Rate dan Ketegangan Timur Tengah

Ketua DEN Laporkan Situasi Ekonomi Nasional ke Presiden Prabowo, Bahas BI Rate dan Ketegangan Timur Tengah

Suara Pecari | Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, melaporkan langsung situasi ekonomi nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Agenda Ketua DEN Laporkan Situasi Ekonomi Nasional ke Presiden Prabowo LPP RRI ini menjadi sorotan publik di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu.

Luhut tiba di kompleks Istana sekitar pukul 15.34 WIB dengan menggunakan kendaraan dinas. Dalam keterangannya kepada wartawan di Pilar Kompleks Istana Kepresidenan, ia mengaku pertemuan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap bulan atau setiap lima minggu sekali. “Nggak ada jadwal. Ya, kita melaporkan apa aja tiap Dewan Ekonomi tiap bulan atau tiap 5 minggu gitu,” ujar Luhut.

Ketua DEN Laporkan Situasi Ekonomi Nasional ke Presiden Prabowo LPP RRI kali ini menyoroti sejumlah catatan kinerja DEN, termasuk respons terhadap kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate yang terjadi secara mendadak. Luhut menilai kenaikan tersebut tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan oleh masyarakat. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi gejolak.

“Bagus-bagus kok (kenaikan BI Rate), ekonomi kita, fundamental masih oke. Tapi memang kita perlu ada perhatian di beberapa titik karena perang Teluk ini juga masih perang apa, perang Hormuz ini masih berkelanjutan,” jelas Luhut saat ditemui usai pertemuan.

Ia menambahkan bahwa kenaikan BI Rate merupakan langkah antisipatif Bank Indonesia terhadap tekanan inflasi global dan ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan di Selat Hormuz dinilai berdampak pada rantai pasok energi dunia, yang berpotensi mempengaruhi harga komoditas dan stabilitas ekonomi nasional.

Ketua DEN Laporkan Situasi Ekonomi Nasional ke Presiden Prabowo LPP RRI juga membahas strategi pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan eksternal. Luhut menekankan pentingnya diversifikasi pasar ekspor dan penguatan cadangan devisa untuk mengurangi dampak guncangan global.

Dalam kesempatan tersebut, Luhut juga mengapresiasi kinerja pemerintah dalam mengelola inflasi domestik. Ia menyebut bahwa koordinasi antara DEN, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan berjalan baik sehingga stabilitas harga tetap terjaga. “Kita harus tetap waspada, tapi jangan sampai terlalu panik. Pemerintah sudah punya skenario untuk menghadapi berbagai kemungkinan,” ujarnya.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam ini juga membahas program-program prioritas DEN ke depan, termasuk pengembangan ekonomi hijau dan digitalisasi UMKM. Luhut optimistis bahwa dengan sinergi yang kuat antar lembaga, Indonesia dapat melewati masa-masa sulit ini dengan baik.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, menilai bahwa langkah Presiden Prabowo yang secara rutin menerima laporan dari DEN menunjukkan komitmen serius dalam mengelola ekonomi nasional. “Kunjungan Ketua DEN Laporkan Situasi Ekonomi Nasional ke Presiden Prabowo LPP RRI ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak main-main dengan isu ekonomi. Mereka terus memonitor perkembangan dan siap mengambil tindakan jika diperlukan,” ujar Faisal saat dihubungi terpisah.

Ia menambahkan bahwa kenaikan BI Rate memang perlu direspons dengan kebijakan fiskal yang akomodatif agar tidak menghambat pertumbuhan. “Kuncinya adalah keseimbangan antara pengendalian inflasi dan dukungan terhadap sektor riil. Pemerintah harus jeli membaca situasi,” katanya.

Ketua DEN Laporkan Situasi Ekonomi Nasional ke Presiden Prabowo LPP RRI ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi perekonomian terkini dan langkah-langkah yang akan diambil pemerintah ke depan. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu negatif yang belum tentu kebenarannya.

Dengan fundamental ekonomi yang kuat dan cadangan devisa yang memadai, Indonesia dinilai mampu bertahan dari gejolak global. Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kesimpulannya, laporan yang disampaikan Ketua DEN kepada Presiden Prabowo menunjukkan bahwa situasi ekonomi nasional masih dalam kendali, meskipun perlu kewaspadaan terhadap risiko eksternal seperti konflik Timur Tengah dan fluktuasi suku bunga global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan