IHSG Melonjak 155 Poin ke 5.902,38: Sentimen Positif dari Kenaikan Suku Bunga BI
Suara Pecari | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Rabu, 10 Juni 2026. IHSG ditutup menguat ke level 5.902,38, mencatat kenaikan 155,73 poin atau setara 2,71 persen. Pencapaian ini menjadi sorotan utama pelaku pasar, terutama di tengah tekanan global yang masih membayangi. Kenaikan 155 poin IHSG ditutup menguat ke level 5.902,38 menjadi bukti bahwa sentimen domestik mampu mendorong indeks keluar dari zona merah.
Pada awal sesi, IHSG sempat dibuka melemah di level 5.744,06 dan bahkan menyentuh posisi terendah harian di 5.677,97. Namun, tekanan jual perlahan teratasi berkat aksi beli yang masif, terutama dari investor institusi. Aktivitas perdagangan tercatat sangat ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp31,18 triliun, volume saham diperdagangkan sebanyak 46,09 miliar lembar, dan frekuensi transaksi lebih dari 3,09 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 571 saham menguat, 148 saham melemah, dan 96 saham stagnan.
Tim Analis Phintraco Sekuritas mengungkapkan bahwa penguatan IHSG ditopang oleh sentimen positif dari kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Langkah ini diambil di luar jadwal dan disambut baik oleh pasar karena mampu memperkuat nilai tukar rupiah. Rupiah berbalik menguat ke level Rp18.065 per dolar AS, yang menjadi katalis utama bagi IHSG. “Kenaikan suku bunga di luar jadwal memberi sentimen positif ke pasar. Ini karena nilai tukar rupiah berbalik menguat,” tulis Tim Phintraco Sekuritas dalam analisisnya.
Selain itu, pasar juga mencermati langkah-langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi, termasuk usulan penguatan disiplin fiskal di tengah ketidakpastian global. Investor juga memperhatikan hasil koordinasi DPR dengan sejumlah lembaga keuangan nasional, terutama terkait rencana buyback saham bank-bank BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini dinilai dapat menjaga kepercayaan pelaku pasar dan mendukung stabilitas pasar keuangan domestik. Dengan demikian, kenaikan 155 poin IHSG ditutup menguat ke level 5.902,38 menjadi cerminan optimisme investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Meski bursa regional Asia bergerak melemah, IHSG berhasil mempertahankan momentum positif. Hal ini menunjukkan bahwa faktor domestik, seperti kebijakan moneter yang responsif dan koordinasi fiskal yang solid, mampu menjadi penopang utama. Ke depan, pelaku pasar akan terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah serta langkah-langkah lanjutan dari otoritas moneter dan fiskal. Kenaikan 155 poin IHSG ditutup menguat ke level 5.902,38 diharapkan dapat menjadi awal tren bullish, meskipun volatilitas masih perlu diwaspadai.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada Rabu ini memberikan sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Dengan dukungan fundamental yang kuat dan kebijakan yang tepat, indeks berpotensi melanjutkan penguatan. Investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham, terutama yang memiliki fundamental solid dan prospek bisnis yang baik. Kenaikan 155 poin IHSG ditutup menguat ke level 5.902,38 menjadi bukti bahwa pasar Indonesia masih menarik di tengah ketidakpastian global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












