Pertemuan Dasco dengan Himbara dan Mensesneg Dorong IHSG Menguat, Buyback Saham Jadi Kunci

Pertemuan Dasco dengan Himbara dan Mensesneg Dorong IHSG Menguat, Buyback Saham Jadi Kunci

Suara Pecari | Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad kembali menjadi sorotan setelah serangkaian pertemuan dengan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan pimpinan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berhasil memberikan dampak positif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dalam dua hari terakhir, IHSG mencatat penguatan signifikan, ditutup pada level 5.902,38 pada Rabu (10/6) atau naik 2,71 persen. Pengamat ekonomi menilai bahwa konsolidasi yang diprakarsai Dasco menjadi salah satu pemicu utama sentimen positif di pasar modal.

Pertemuan yang digelar pada Selasa (9/6) tersebut membahas langkah strategis ke depan bagi bank-bank BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap posisi salah satu bank negara di indeks global menjadi latar belakang pertemuan tersebut. “Ada ketakutan salah satu perbankan pemerintah terkena suspensi oleh MSCI, berubah dari emerging market menjadi frontier market,” ujarnya. Oleh karena itu, DPR dan Himbara melakukan konsolidasi agar bank-bank pelat merah semakin solid, terutama dalam pengelolaan keuangan.

Langkah buyback saham menjadi salah satu keputusan penting yang dihasilkan dari pertemuan tersebut. Dasco mendorong Himbara untuk melakukan pembelian kembali saham guna menahan tekanan jual asing. Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa fundamental bank Himbara saat ini berada dalam kondisi terbaik, meskipun harga saham belum mencerminkan kinerja perusahaan. “Karena harga sahamnya sudah rendah dan itu untung untuk kita ambil karena fundamentalnya bagus,” ujar Dony. Ia menambahkan bahwa buyback merupakan mekanisme normal yang dilakukan pemilik perusahaan ketika harga saham tidak sesuai dengan fundamental.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai bahwa penguatan IHSG dalam dua hari terakhir dipengaruhi oleh menguatnya rupiah dan aksi buyback BUMN. “Aksi BUMN tersebut bisa melawan net outflow asing yang terjadi dalam 2 hari tersebut,” katanya. Namun, ia mengingatkan bahwa penguatan tidak akan berkelanjutan jika masalah mendasar seperti transparansi pasar modal, penguatan fiskal, dan perbaikan iklim investasi tidak diselesaikan.

Selain itu, pertemuan Dasco dengan Mensesneg dan pimpinan Himbara juga dinilai sebagai sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah dan Bank Indonesia sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah kejutan, termasuk kenaikan suku bunga dan penyesuaian harga BBM, yang turut mendorong penguatan rupiah dan IHSG. Meski demikian, para ahli menekankan perlunya langkah konkret lebih lanjut untuk mempertahankan momentum positif.

Kesimpulannya, peran Dasco dalam menjembatani komunikasi antara legislatif, eksekutif, dan BUMN terbukti efektif dalam meredam gejolak pasar. Namun, keberlanjutan pemulihan ekonomi masih bergantung pada kebijakan fundamental yang lebih solid dan konsisten.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan