Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Naik 3,58 Persen dalam Sepekan
Suara Pecari – Wall Street mencatat rekor baru dengan indeks S&P 500 yang naik sebesar 3,58 persen dalam sepekan terakhir. Kenaikan ini menandai penutupan tertinggi dalam sejarah indeks utama Amerika Serikat tersebut pada perdagangan Jumat (7/8/2026).
Kinerja Indeks Utama Wall Street
Pada penutupan perdagangan Jumat, Dow Jones Industrial Average naik 151,83 poin atau 0,28 persen menjadi 54.036,93. Sementara itu, S&P 500 bertambah 47,68 poin atau 0,62 persen ke level 7.757,64. Nasdaq Composite mengalami penguatan signifikan sebesar 342,26 poin atau 1,30 persen ke angka 26.690,62.
Dalam periode sepekan, selain S&P 500 yang naik 3,58 persen, Nasdaq mencatat kenaikan 5,19 persen dan Dow Jones bertambah 2,96 persen. Pergerakan positif ini menunjukkan optimisme pasar terhadap kondisi ekonomi dan kinerja perusahaan AS.
Faktor Pendorong Kenaikan Pasar
Sentimen pasar terdorong oleh data tenaga kerja AS yang menunjukkan penurunan jumlah tenaga kerja non-pertanian sebanyak 23.000 pada bulan lalu, jauh di bawah perkiraan penambahan 80.000 pekerjaan. Penurunan ini menurunkan kemungkinan The Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,1 persen dari 4,2 persen pada bulan sebelumnya, seiring berkurangnya jumlah orang dalam angkatan kerja. Hal ini membuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi sekitar 44 persen dari sebelumnya 67 persen sepekan lalu.
Selain data tenaga kerja, kemajuan menuju kesepakatan damai dalam konflik Iran turut menekan harga minyak, yang membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Turunnya tekanan inflasi ini berkontribusi pada penurunan imbal hasil obligasi AS dan mendukung sentimen positif pasar saham.
Musim Laporan Keuangan yang Kuat
Musim laporan keuangan yang menunjukkan kinerja perusahaan lebih baik dari ekspektasi juga memperkuat pasar. Dari 436 perusahaan di indeks S&P 500 yang telah melaporkan hasil kinerja, 85,1 persen melampaui prediksi analis, jauh di atas rata-rata historis 68 persen sejak 1994.
Beberapa saham yang mencatat kenaikan signifikan antara lain SpaceX yang naik 15,8 persen setelah masa pembatasan lock-up berakhir, Atlassian melonjak 35,3 persen, dan Microchip Technology meningkat 13,9 persen setelah memproyeksikan pendapatan kuartalan yang positif. Airbnb juga menjadi saham dengan performa terbaik di S&P 500 dengan kenaikan 17,4 persen setelah melaporkan pendapatan kuartal II yang melampaui ekspektasi.
Sementara itu, saham teknologi periklanan Trade Desk turun 21,9 persen setelah proyeksi pendapatan kuartal berikutnya di bawah ekspektasi pasar.
Pergerakan Pasar dan Volume Perdagangan
Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham yang menguat jauh melampaui yang melemah dengan rasio 2,49 banding 1. Di Nasdaq, rasio ini mencapai 2,07 banding 1. S&P 500 mencatat sembilan saham yang mencapai level tertinggi dalam 52 minggu terakhir dan satu saham yang mencatat level terendah baru. Nasdaq Composite melaporkan 123 saham mencapai level tertinggi baru dan 77 saham mencapai level terendah baru.
Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 16,94 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 hari terakhir yang sebesar 17,56 miliar saham.
Fokus Pasar ke Depan
Dengan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve yang baru, pasar masih menunggu arahan kebijakan moneter selanjutnya. Saat ini, perhatian lebih banyak tertuju pada data ekonomi dan pernyataan pejabat The Fed untuk menilai langkah-langkah kebijakan yang akan diambil.
Situasi ini menciptakan dinamika pasar yang menarik di tengah tantangan antara mendorong pertumbuhan lapangan kerja dan menjaga inflasi tetap terkendali.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










