Kilangnya Diserang Ukraina, Rusia Impor Minyak dari India untuk Atasi Pasokan
Suara Pecari – Rusia mulai mengimpor bensin dari India sebagai langkah strategis untuk mengatasi kekurangan pasokan bahan bakar dalam negeri yang terjadi akibat serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia. Ini merupakan kali pertama Rusia melakukan impor bahan bakar kendaraan dari negara Asia Selatan dengan pengiriman yang melibatkan perjalanan panjang.
Fakta Utama
- Pengiriman bensin pertama dari India diterima Rusia pada 5 Agustus 2026.
- Produsen India, Nayara Energy Ltd., yang didukung oleh Rosneft PJSC Rusia, menjadi sumber utama bahan bakar impor.
- Pengiriman dilakukan melalui transfer kapal tanker di Pelabuhan Damietta, Mesir.
- Rusia mengalami penurunan tingkat pemrosesan minyak mentah hingga sepertiga di bawah level musiman akibat serangan terhadap kilang minyak.
- Moskow melarang ekspor bensin dan solar untuk memprioritaskan kebutuhan domestik.
Penjelasan dan Konteks
Serangan berkelanjutan dari Ukraina terhadap kilang minyak Rusia telah mengganggu produksi dan distribusi bahan bakar dalam negeri. Menurut analisis EA Analytics, pada Juli 2026 tingkat pemrosesan minyak mentah Rusia turun menjadi 3,6 juta barel per hari, turun signifikan dari periode sebelumnya. Kondisi ini memaksa Rusia untuk mencari alternatif sumber pasokan bahan bakar guna memenuhi kebutuhan domestik.
Impornya bensin dari India dilakukan dengan metode transfer kapal-ke-kapal (ship-to-ship/STS) di Pelabuhan Damietta, Mesir. Kapal tanker berbendera Rusia, Cyclone dan Varg, memuat kargo bensin dari kilang Nayara di Vadinar, India, sebelum melakukan transfer ke kapal lain yang menuju Rusia. Metode ini juga digunakan untuk menghindari hambatan sanksi yang diberlakukan Uni Eropa dan Amerika Serikat terhadap kapal-kapal Rusia.
Dampak dan Perkembangan
Kebijakan Rusia yang melarang ekspor bensin dan solar bertujuan untuk memprioritaskan pasokan dalam negeri di tengah gangguan produksi. Namun, serangan Ukraina yang terus berlanjut pada kilang-kilang strategis Rusia menyebabkan ketidakseimbangan pasokan yang cukup parah. Impor dari India, yang juga dilakukan secara tersembunyi menggunakan armada kapal tanker yang disebut sebagai “kapal tanker armada gelap,” menjadi sangat penting untuk menstabilkan pasar domestik.
Selain dari India, Rusia juga masih mengimpor bahan bakar dari Belarus dan pasar tetangga lainnya sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan dalam negeri. Gangguan ini terjadi di tengah ketegangan global yang melibatkan konflik di Ukraina dan persaingan energi di kawasan Timur Tengah.
Peran Nayara Energy dan Operasi Pengiriman
Nayara Energy Ltd., yang mengoperasikan kilang berkapasitas 400.000 barel per hari di Vadinar, India, menjadi sumber utama bahan bakar impor Rusia. Kilang ini menggunakan kapal tanker berbendera Rusia dan melakukan transfer di pelabuhan Damietta untuk mengirimkan bensin ke Rusia. Kapal Cyclone memuat 42.000 ton bensin dari Vadinar pada 18 Juni, kemudian melakukan transfer ke kapal Garnet yang berlayar ke Rusia pada awal Agustus.
Operasi serupa dilakukan oleh kapal tanker lainnya seperti Varg dan Photon, yang juga terlibat dalam proses transfer di Damietta. Kapal-kapal ini telah dikenai sanksi oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat, namun tetap digunakan dalam rantai pasokan minyak menuju Rusia.
Kesimpulan
Serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia telah memicu gangguan besar dalam pasokan bahan bakar domestik Rusia. Sebagai respons, Rusia melakukan impor bensin dari India dengan metode pengiriman yang kompleks dan melibatkan transfer kapal di wilayah ketiga untuk menghindari sanksi internasional. Langkah ini menunjukkan bagaimana konflik geopolitik berdampak langsung pada dinamika pasar energi global dan strategi negara-negara yang terlibat dalam konflik tersebut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










