PT Vale Indonesia Prediksi Baterai NMC Makin Murah dan Kompetitif
Suara Pecari – PT Vale Indonesia memproyeksikan harga baterai Nikel Mangan Kobalt (NMC) akan semakin turun sehingga menjadi lebih kompetitif dibandingkan dengan baterai lithium ferro-phosphate (LFP) yang saat ini banyak digunakan oleh pabrikan asal China.
Perkembangan Teknologi Baterai
Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menyatakan bahwa teknologi baterai terus mengalami kemajuan pesat yang menyebabkan persaingan pasar semakin ketat. Namun, ia optimistis pertumbuhan pasar baterai NMC tetap akan dominan hingga 2030, kecuali ada terobosan teknologi lain yang signifikan.
Budiawansyah juga menyebutkan adanya teknologi baterai baru seperti solid-state battery yang menggunakan elektrolit padat, memiliki kandungan nikel yang tinggi, dan menawarkan penyimpanan energi lebih aman dan tahan lama. Meski demikian, baterai NMC masih memiliki keunggulan khusus terkait komposisi anoda dan katoda yang berbeda dengan teknologi baru tersebut.
Kebijakan Pemerintah dan Daur Ulang
Menurut Budiawansyah, kebijakan pemerintah Indonesia semakin mendukung penggunaan baterai berbasis nikel. Baterai NMC dapat didaur ulang, sehingga lebih berkelanjutan dibandingkan baterai LFP yang biasanya sekali pakai. Hal ini menjadi nilai tambah penting di tengah upaya keberlanjutan industri kendaraan listrik.
Harga Mobil Listrik dan Ekosistem Industri
Harga kendaraan listrik yang menggunakan baterai NMC juga mengalami penurunan signifikan. Mobil listrik dengan baterai NMC yang pada awal tahun 2024 dibanderol di atas Rp 600 juta kini dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp 400 jutaan, hampir setara dengan harga mobil listrik berbaterai LFP.
Penurunan harga ini didukung oleh subsidi pemerintah serta pengembangan ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang terus matang, termasuk pembangunan pabrik katoda dan anoda di kawasan industri Kendal dan Batang.
Persaingan Harga dan Pilihan Konsumen
Kelebihan baterai LFP yang sebelumnya unggul dari sisi harga mulai tergeser oleh kemajuan baterai NMC. Dengan harga yang semakin kompetitif, konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan baterai yang ekonomis untuk kendaraan listrik mereka.
Tantangan di Sektor Midstream
Meski demikian, Budiawansyah mengakui bahwa harga bahan baku seperti bijih nikel limonit yang diolah melalui smelter HPAL masih cukup mahal, sehingga perlu ada dukungan untuk menekan biaya agar iklim investasi di sektor hilir tetap kondusif dan berkelanjutan.
Elektrifikasi Kendaraan sebagai Fokus Utama
Budiawansyah menekankan pentingnya percepatan elektrifikasi kendaraan di Indonesia, baik menggunakan baterai NMC maupun LFP. Ia percaya bahwa dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik dan dukungan subsidi, pola pikir masyarakat akan berubah, dan persaingan harga baterai akan semakin sehat.
Semakin besar konsumsi baterai NMC di pasar akan mendorong ketersediaan bahan baku yang lebih melimpah, sehingga memudahkan pengembangan industri baterai di Indonesia ke depannya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










