Bank Indonesia Gelar KKI, Gandeng 27 Kementerian-Lembaga Perkuat Daya Saing UMKM

Bank Indonesia Gelar KKI, Gandeng 27 Kementerian-Lembaga Perkuat Daya Saing UMKM

Suara Pecari, JakartaBank Indonesia (BI) menggelar Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 dengan menggandeng 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis untuk memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Acara yang berlangsung dari 20 hingga 23 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) ini bertujuan mendorong penguatan UMKM melalui sinergi lintas sektor, akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan pasar.

Sinergi Lintas Kementerian dan Lembaga

KKI 2026 mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”. Bank Indonesia mengajak 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis untuk berkolaborasi dalam mendukung UMKM, khususnya yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Semangat “Budaya Meusare Sare” dari Aceh yang bermakna berdaya dan bersama-sama menjadi inspirasi kebangkitan UMKM di tanah air.

Tiga Pilar Penguatan UMKM

Pjs Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan penguatan UMKM melalui tiga kata kunci: Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. “Bangkit” mengacu pada pemulihan UMKM dari tantangan ekonomi dan bencana, “Tangguh” pada penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan, serta “Berdaya Saing” melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik dan ekspor.

Strategi Utama Bank Indonesia untuk UMKM

Bank Indonesia mengarahkan kebijakan pengembangan UMKM melalui tiga strategi utama:

  • Ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing.
  • Pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan.
  • Literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan yang meluas.

Strategi ini diwujudkan melalui penguatan kapasitas dan skala usaha UMKM, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta percepatan digitalisasi. Sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga dinilai esensial karena UMKM merupakan pilar utama ekonomi nasional dengan jumlah pelaku mencapai 64 juta, menyerap 97 persen tenaga kerja, dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Peningkatan Partisipasi dan Inovasi dalam KKI 2026

KKI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11 dengan sejumlah inovasi, antara lain:

  • Program berdampak nyata seperti Cangkir Barista dan Citra Nusa.
  • Perluasan kolaborasi dan penguatan ekosistem rantai nilai.
  • Inovasi generasi muda untuk produk lokal.
  • Penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak (zero emission dan zero waste to landfill) dan pengembangan zona hijau.

Selama empat hari pelaksanaan, lebih dari 550 UMKM mengikuti pameran luring di JICC, meningkat dari 362 UMKM pada 2025. Selain itu, pameran daring di platform Karya Kreatif Indonesia melibatkan lebih dari 1.300 UMKM, juga meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Beragam Kegiatan dan Produk yang Ditampilkan

KKI 2026 menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, antara lain:

  • Talkshow tentang ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan.
  • Pagelaran karya kreatif dan showcase UMKM unggulan.
  • Business matching pembiayaan, ekspor, dan rantai nilai.
  • Area Cangkir Nusantara dan showcase pariwisata.
  • Berbagai aktivitas dan instalasi hijau.

Produk UMKM yang dipamerkan meliputi wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, serta atraksi desa wisata, menunjukkan keragaman dan potensi ekonomi kreatif Indonesia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *