Foto Hadapi Kemarau, Petani di Tasikmalaya Bikin Kincir Air

Foto Hadapi Kemarau, Petani di Tasikmalaya Bikin Kincir Air

Suara Pecari, Tasikmalaya – Petani di Kampung Sukasirna, Desa Manggungsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, melakukan inovasi dengan membuat kincir air di Sungai Citanduy untuk mengatasi kekeringan saat musim kemarau. Kincir air ini berfungsi mengalirkan air dari sungai ke lahan pertanian sehingga pasokan air tetap terjaga meskipun musim kering melanda.

Inovasi Petani Menghadapi Kemarau

Pembuatan kincir air dilakukan secara swadaya oleh para petani. Biaya yang harus dikeluarkan mencapai sekitar Rp 1,5 juta untuk setiap unit kincir air. Meskipun membutuhkan biaya, alat ini dinilai efektif dalam membantu pengairan sawah terutama saat musim kemarau yang mengancam produktivitas pertanian.

Manfaat Kincir Air untuk Pertanian

Satu unit kincir air mampu mengairi sawah seluas sekitar satu hektare. Dengan adanya alat ini, petani berharap lahan pertanian mereka tetap mendapatkan pasokan air yang cukup sehingga hasil panen tidak terpengaruh oleh kekeringan yang terjadi.

Kondisi dan Harapan Petani

Musim kemarau yang berkepanjangan seringkali menjadi tantangan besar bagi para petani di daerah tersebut. Pembuatan kincir air di Sungai Citanduy merupakan salah satu upaya nyata untuk menjaga kesinambungan produksi pertanian. Para petani juga aktif melakukan perawatan dan perbaikan kincir air agar fungsinya tetap optimal.

Inovasi ini menunjukkan semangat gotong royong dan kreativitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim dan kondisi alam yang tidak menentu, sehingga dapat terus mendukung ketahanan pangan lokal di Kabupaten Tasikmalaya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *