Saham Disuspensi, ADHI Benahi Fundamental Keuangan hingga Fokus Bisnis Inti

Saham Disuspensi, ADHI Benahi Fundamental Keuangan hingga Fokus Bisnis Inti

Suara Pecari – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) tengah melakukan berbagai langkah strategis untuk memperbaiki kondisi fundamental keuangan dan memperkuat fokus bisnis inti setelah mendapatkan suspensi saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI) akibat penundaan pembayaran bunga obligasi senilai Rp 60,82 miliar.

Langkah Restrukturisasi dan Transformasi Bisnis ADHI

<pPerseroan menjalankan program transformasi bisnis yang meliputi evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fundamental melalui Fundamental Business Review. Langkah ini menjadi dasar dalam menyusun program transformasi dan restrukturisasi yang sesuai dengan kondisi perusahaan saat ini.

Restrukturisasi diarahkan untuk memperkuat fondasi keuangan, meningkatkan produktivitas, dan efisiensi operasional melalui transformasi proses bisnis serta penguatan sistem dan kapabilitas organisasi. Fokus utama ADHI adalah membangun struktur bisnis yang sehat dan berkelanjutan dengan konsentrasi pada bisnis inti konstruksi.

Penanganan Tekanan Keuangan dan Suspensi Saham

Tekanan keuangan yang dialami ADHI berdampak pada kinerja konsolidasi, likuiditas, dan solvabilitas perusahaan. Hal ini menyebabkan penundaan pembayaran bunga obligasi yang jatuh tempo pada 24 Agustus 2026, sehingga BEI mengambil langkah menghentikan sementara perdagangan saham ADHI sejak sesi pra-pembukaan perdagangan pada Senin, 24 Agustus 2026.

Penundaan pembayaran bunga obligasi tersebut merupakan pembayaran ke-17 Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 Seri B dan Seri C. Suspensi ini mencerminkan adanya masalah dalam kelangsungan usaha perusahaan yang sedang ditangani secara serius oleh ADHI.

Koordinasi dan Upaya Keberlanjutan

Corporate Secretary ADHI, Siswanto, menyampaikan bahwa perusahaan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan setiap langkah restrukturisasi dan transformasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. ADHI berkomitmen menjaga kelangsungan operasional dan kualitas bisnis selama proses penataan dan restrukturisasi berlangsung.

Dengan memperkuat bisnis inti konstruksi dan melakukan penataan keuangan secara menyeluruh, ADHI berharap dapat membangun fondasi usaha yang lebih sehat, meningkatkan daya saing, dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Signifikansi Restrukturisasi bagi ADHI dan Industri Konstruksi

Restrukturisasi dan fokus pada bisnis inti konstruksi penting untuk memastikan ADHI dapat beradaptasi dengan dinamika pasar dan tekanan keuangan yang ada. Langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat posisi perusahaan di sektor konstruksi yang menjadi core business.

Proses transformasi ini menjadi contoh bagaimana perusahaan BUMN di sektor konstruksi menghadapi tantangan keuangan dengan pendekatan terukur dan berorientasi pada keberlanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *